Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 10 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / KRI Ki Hajar Dewantara: Kapal Perang Tua yang Tinggal Sejarah, Pernah Jadi ‘Kelas Terapung’ Taruna AAL
Cari Tahu

KRI Ki Hajar Dewantara: Kapal Perang Tua yang Tinggal Sejarah, Pernah Jadi ‘Kelas Terapung’ Taruna AAL

Ani RatnasariHardani Triyoga
Last updated: Agustus 19, 2026 4:36 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
3 minggu lalu
Share
KRI Ki Hajar Dewantara-364
KRI Ki Hajar Dewantara-364. (Foto: Istimewa).
SHARE

Di tengah modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia, ada satu kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang memiliki sejarah berbeda dibanding kapal tempur lainnya.

Daftar isi Konten
  • KRI dengan Misi Pendidikan
  • Terlibat Operasi Aru Jaya

Kapal itu adalah KRI Ki Hajar Dewantara-364. Kapal perang yang pernah jadi bagian penting dari armada TNI AL ini bukan sekadar dipakai untuk menjalankan misi operasi.

Kapal perang itu juga punya fungsi khusus sebagai kapal latih bagi Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Kini, kapal tersebut sudah tidak lagi menjadi bagian dari armada aktif. KRI Ki Hajar Dewantara tercatat sudah pensiun pada 2019. Sebagian besar riwayatnya justru dikenang karena peran gandanya sebagai kapal perang sekaligus sarana pendidikan bagi calon perwira TNI AL.

Menariknya, KRI Ki Hajar Dewantara kembali jadi perhatian di tengah pembahasan mengenai pengelolaan aset pertahanan yang sudah tidak aktif.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengusulkan ke DPR RI agar kapal perang latih milik TNI AL itu dijual. Prabowo menyampaikan itu melalui Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.

Baca juga:
Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta… Direktur Utama I.League Ferry Paulus meminta agar seluruh pihak ikut menjaga agar…
IKN Disorot DPR, Dasco Cek Progres Kawasan Inti Pemerintahan dan… DPR RI mulai menyoroti progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) termasuk kesiapan…
BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus… Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) membenahi sistem pelaksanaan…
  • Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta Jakmania Jangan…
  • IKN Disorot DPR, Dasco Cek Progres Kawasan Inti Pemerintahan dan Infrastruktur Pendukung
  • BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus Berulang

Surpres dari Prabowo itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam forum rapat paripurna DPR, Selasa, 18 Agustus 2026.

KRI dengan Misi Pendidikan

KRI Ki Hajar Dewantara memiliki keunikan yang sulit ditemukan pada kapal perang lainnya. Kapal ini tidak hanya dirancang untuk menjalankan fungsi tempur.

Namun, kapal itu juga jadi tempat para taruna AAL mendapatkan pengalaman langsung mengenai kehidupan di atas kapal perang.

Mengutip dari laman Musium Seosela Soedarman, Rabu, 19 Agustus 2026, nama kapal itu diambil dari Ki Hajar Dewantara, tokoh nasional yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Sejalan dengan namanya, kapal ini memiliki fungsi pendidikan yang kuat di balik perannya sebagai kapal perang.

KRI Ki Hajar Dewantara-364 dibangun di Galangan Uljanic Ship Yard, Yugoslavia, sebelum dibeli Indonesia pada awal 1980-an. Kapal itu memiliki bobot sekitar 1.850 ton, panjang 96,7 meter, lebar 11,2 meter, serta mampu melaju hingga 26 knot.

Kapal ini juga punya karakteristik unik karena menjadi satu-satunya kapal di armada Indonesia yang tak mempunyai kapal kembar.

Kapal yang disebut memiliki saudara kembar, yakni Ibn Khaldoum yang kemudian berganti nama menjadi Ibn Marjid, sebelumnya digunakan Angkatan Laut Irak. Kapal tersebut kemudian hancur akibat serangan udara Amerika Serikat pada 2003.

Meski memiliki fungsi pendidikan, KRI Ki Hajar Dewantara tetap merupakan kapal perang dengan kemampuan tempur.

Kapal itu dilengkapi meriam Bofors 57 mm, dua kanon Rheinmetall 20 mm, rudal antikapal MM-38 Exocet, rudal permukaan-ke-udara Mistral, torpedo, hingga bom laut untuk peperangan antikapal selam.

Di bagian buritan juga ada helipad yang bisa digunakan untuk helikopter seperti NBO-105 atau Westland Wasp. Namun, fasilitas itu tak dilengkapi hanggar sehingga helikopter tak dapat disimpan di dalam kapal.

Dengan kombinasi persenjataan tersebut, kapal ini pada masanya bukan sekadar kapal untuk mendukung latihan taruna. Tapi, melainkan juga memiliki kemampuan untuk menjalankan misi operasi militer.

Terlibat Operasi Aru Jaya

Salah satu catatan penting dalam perjalanan KRI Ki Hajar Dewantara adalah keterlibatannya dalam Operasi Aru Jaya pada 1992.

Saat itu, kapal tersebut dapat tugas untuk menghadang kapal feri Lusitania Expresso dari Portugal yang hendak memasuki wilayah perairan Timor Timur.

Kapal tersebut diduga akan melakukan aktivitas yang dinilai provokatif sehingga KRI Ki Hajar Dewantara menjalankan misi pencegatan.

Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Selat Hormuz, Centcom Beri Bantahan

Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian dari sejarah panjang kapal perang yang kemudian lebih dikenal luas karena perannya dalam pendidikan militer.

Fungsi pendidikan menjadi pembeda utama KRI Ki Hajar Dewantara dibanding banyak kapal perang lainnya.

Jika KRI Dewaruci dikenal sebagai kapal layar yang digunakan untuk pendidikan dasar calon perwira TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara memberikan pengalaman lanjutan kepada para taruna tentang bagaimana menjalankan kehidupan dan tugas di kapal perang.

Kapal tersebut bahkan memiliki anjungan khusus untuk latihan. Fasilitas itu memungkinkan para taruna mempelajari navigasi secara langsung tanpa mengganggu aktivitas di anjungan utama.

KRI Ki Hajar Dewantara juga memiliki ruang kelas serta kapasitas akomodasi yang relatif besar untuk mendukung fungsi pendidikannya. Kapal ini dapat menampung sekitar 100 taruna di luar awak kapal dan instruktur.

Karena itulah, KRI Ki Hajar Dewantara pernah menjadi semacam ‘kelas terapung’ bagi calon perwira TNI AL. Para taruna tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana navigasi, kehidupan di laut, hingga operasional kapal tempur dijalankan.

Baca juga:
AHY Singgung Kekuasaan Ada Batas, PDIP Ungkap Kemungkinan Pesan Khusus… Elite PDI Perjuangan (PDIP) membaca pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus…
DPR Curiga Ada Masalah di Proyek Pemetaan BIG, BPK Diminta… Komisi XII DPR RI mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif…
Anak Korban Keracunan MBG Kehilangan Ingatan, DPR Desak BGN Tanggung… Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ada anak…
  • AHY Singgung Kekuasaan Ada Batas, PDIP Ungkap Kemungkinan Pesan Khusus untuk Prabowo
  • DPR Curiga Ada Masalah di Proyek Pemetaan BIG, BPK Diminta Audit Investigatif
  • Anak Korban Keracunan MBG Kehilangan Ingatan, DPR Desak BGN Tanggung Biaya Pemulihan

Setelah puluhan tahun mengabdi, KRI Ki Hajar Dewantara akhirnya dipensiunkan pada 2019. Dengan status tersebut, kapal ini kini lebih tepat dilihat sebagai bagian dari sejarah perjalanan TNI AL ketimbang sebagai kapal tempur aktif.

Riwayatnya tetap penting karena KRI Ki Hajar Dewantara pernah menjalankan dua fungsi sekaligus: menjaga kepentingan pertahanan Indonesia dan menjadi sarana pendidikan bagi generasi calon perwira TNI AL.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat industri dan alutsista nasional, keberadaan kapal-kapal lama seperti KRI Ki Hajar Dewantara juga menjadi pengingat bahwa aset pertahanan tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga menyimpan sejarah panjang pengabdian.

Adapun mengenai narasi bahwa Presiden Prabowo secara langsung akan menjual KRI Ki Hajar Dewantara, informasi tersebut perlu dibedakan dari pernyataan Prabowo mengenai sejumlah industri pertahanan nasional yang pernah hendak dijual. Sampai saat ini, belum ditemukan sumber tepercaya yang mengonfirmasi Prabowo secara spesifik memerintahkan penjualan KRI Ki Hajar Dewantara.

Tag:AlutsistaBerita PentingDPRKapal PerangKRI Ki Hajar Dewantara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Langsung Bidik Target Lebih Besar
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20 saat berhadapan dengan Australia
1
Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
By Ani Ratnasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
2
Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
By Hadi Febriansyah
Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
3
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
By Ani Ratnasari
Ikan Tongkol
4
PDIP Sentil AHY Jelang 2029: Kerja Keras Kejar Ketertinggalan Survei dari KDM dan Prabowo
By Rika Pangesti
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Debat. (sumber: Pexels/Gustavo Fring)
Cari Tahu

3 Cacat Logika yang Sering Muncul di Debat, Pernah Nggak Sih Kamu Ikutan?

Pernah nggak sih kamu lagi debat sama orang di kolom komentar, awalnya…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep Malik
2 hari lalu
Sejumlah pekerja membersihkan badan pesawat Airbus A320 milik Citilink dari abu vulkanik yang diparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Cari Tahu

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat? Ini Risiko yang Bisa Bikin Bandara Ditutup

Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sejumlah anak menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026).
Cari Tahu

Anak Krakatau Erupsi, Pemerintah Ingatkan Kabar Tsunami Jangan Ditelan Mentah

Dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, 6 September…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
4 hari lalu
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
Cari Tahu

September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas vulkanik tinggi karena berada di…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up