Pemerintah Tambah Stok Beras Jadi 4 Juta Ton pada 2026, Buat Apa?

Ilustrasi panen di sawah (sumber: Kementerian Pertanian)

Pemerintah menaikkan jumlah cadangan beras pemerintah (CBP) dari 3 juta ton, menjadi 4 juta ton pada 2026. Dinaikkannya stok beras pemerintah ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya mempermudah bantuan pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya menargetkan penyerapan beras pada panen raya 2026 sebanyak 2 juta ton hingga 2,5 juta ton.

Kita target 4 juta ton (tahun 2026), seluruh Indonesia. (Nanti) di panen raya minimal (serap) 2 juta ton, kalau bisa, 2,5 juta ton. Ini stok kita per detik ini 3,39 juta ton,”

ujar Amran dalam keterangan resmi Selasa, 30 Desember 2025.

Amran menjelaskan, realisasi pengadaan setara beras yang berasal dari dalam negeri melalui Perum Bulog sepanjang tahun 2025 mencapai 3,435 juta ton. Jumlah ini melampaui 114,5 persen dari target serap beras 3 juta ton.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, dinaikkannya cadangan beras pemerintah ini agar memudahkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga bantuan pangan ke masyarakat.

Tadi kami putuskan Cadangan Beras Pemerintah kita dari 3 juta ton, kita naikkan jadi 4 juta ton, agar lebih mudah nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya,”

ujar Zulhas.

Mengenai peran Bulog, Bulog ini menjadi andalan kita, terbukti berhasil. Harga gabah sekarang sudah Rp 6.500 per kilo. Penyerap gabah juga Bulog,”

tambahnya.

Di samping itu, Zulhas menuturkan bahwa margin bagi Perum Bulog agar dapat lebih ditingkatkan. Hal ini agar dapat mewujudkan beras satu harga di seluruh Indonesia.

Bulog itu hanya dikasih margin Rp50 kali 3 juta, Rp150 miliar. Bagaimana bisa mengirim ke Papua, ke Maluku satu harga, kan tidak mungkin. Nah ini nanti kita akan bicarakan dengan BPKP, kita akan hitung agar nanti berhasil bisa satu harga di seluruh Indonesia,”

imbuhnya.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version