Hampir Sentuh Rp17.000/Dolar AS, Purbaya Pede Rupiah Membaik Dua Minggu Lagi

Mata Uang Dolar AS. (Sumber: Unsplash/David Trinks)

Nilai tukar rupiah kini hampir menembus angka Rp17.000 per dolar AS. Pada perdagangan hari ini rupiah sudah berada di kisaran Rp16.869 per dolar AS.

Merespons hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai mata uang rupiah akan membaik dalam dua pekan ke depan. Ia meminta pasar dan masyarakat tak khawatir.

Jadi teman-teman yang di pasar, ibu-ibu dan lain-lain, enggak usah panik. Rupiah akan segera menguat dalam waktu 2 minggu ke depan,”

ujar Purbaya usai menghadiri acara Semangat Awal Tahun 2026, Rabu, 14 Januari 2026.

Purbaya meyakini, ketika ekonomi Indonesia membaik, maka nilai tukar rupiah juga akan secara otomatis menguat. Hal itu katanya, akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di RI.

Karena orang modal-modal asing akan masuk, mereka akan masuk ke tempat yang negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi. Kita kan kemarin mungkin kuartal IV 5.45 ya, kuartal tahun-tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen, kita akan dorong ke arah sana. Jadi kalau itu mereka udah yakin jadi Anda enggak usah takut, pondasi kita kuat,”

terangnya.

Lebih lanjut Purbaya mengatakan, saat ini tengah menunggu masukan dari otoritas moneter, yakni Bank Indonesia (BI) mengenai rupiah.

Kalau rupiah kan urusan Bank Sentral, satu-satunya tugas dia adalah menjaga stabilitas nilai tukar. Saya sih menunggu masukan dari Bank Sentral,”

imbuhnya.

Sebelumnya, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan  rupiah akan menembus level Rp17.000 per dolar AS pada 2026. Tetapi, hal ini akan bergantung pada kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.

2026 ada kemungkinan rupiah menembus Rp17.000. Namun, semua tergantung kembali apakah pemerintah dan BI akan menyesuaikan kebijakan mereka,”

ujar Lukman kepada owrite.

Lukman menjelaskan, peluang tembusnya rupiah di level Rp17.000 disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal. Hal ini diantaranya prospek suku bunga the Fed, geopolitik di laut China Selatan dan Karibia, serta perang di Ukraina.

Perubahan itu akan bisa berdampak besar pada rupiah. Begitu pula kekhawatiran pada AI bubble,”

terangnya.

Rupiah Bisa Tembus Rp18.500

Lukman menilai, dengan kondisi yang penuh ketidakpastian sebenarnya sulit untuk memperkirakan pergerakan rupiah. Kendati demikian, bila tidak ada perubahan berarti pada kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksi akan ada di kisaran Rp16.000-Rp18.500 per dolar AS.

Asumsi tidak ada perubahan yang berarti pada fundamental dan geopolitik dengan posisi macroeconomic saat ini, maka rentang rupiah diperkirakan Rp16.000-Rp18.500,”

imbuhnya.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version