Bawa Prabowonomics ke Davos, Pengamat Minta Prabowo Lihai Kejar Investasi Strategis

Presiden Prabowo Subianto membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar)

Presiden Prabowo Subianto akan memberikan pidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Ia akan mengangkat tema bertajuk ‘Prabowonomics’.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang selama ini sudah diterapkan dan dipikirkan. 

Beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, selama beliau sebelum menjadi Presiden dan sejak menjadi Presiden hingga sekarang,”

ujar Teddy dalam Youtuber Sekretariat Presiden, Kamis, 22 Januari 2026.

Teddy mengatakan, Prabowo akan memaparkan hasil-hasil yang selama ini sudah dicapai oleh pemerintah selama setahun. Prabowo katanya, menyebut dengan ‘Prabowonomics’.

Beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini. Dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics. Jadi Anda lihat aja besok,”

tuturnya.

Sementara itu, Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai dalam forum ekonomi sedunia tersebut pemerintah bisa membuka dialog filantropi untuk menarik investor menanam modalnya di Tanah Air.

Di ajang Davos pemerintah bisa membuka dialog agar filantropi banyak tertarik masuk ke sektor yang selama ini kurang pembiayaan. Sebagai contoh filantropi di sektor transisi energi, perlindungan hutan hingga kesehatan bisa diajak berkontribusi,”

ujar Bhima kepada owrite.

Menurut Bhima, pengusaha kakap di Davos juga tertarik mendengar peta jalan hilirisasi dan ketahanan energi Indonesia, di tengah situasi geopolitik yang gelap.

Para pengusaha kakap di Davos juga tertarik mendengar peta jalan hilirisasi dan ketahanan energi Indonesia. Di tengah situasi geopolitik yang gelap, Indonesia harus memasarkan jalan keluar kerja sama global,”

katanya.

Selain itu, Bhima menuturkan dalam kunjungannya ke Davos, presiden juga bisa memanfaatkan forum-forum bilateral dengan sejumlah pemimpin negara untuk membuka ekspor hingga investasi baru.

Prabowo selain pidato bisa manfaatkan forum-forum bilateral dengan pemimpin negara lain yang bertujuan mendorong pembukaan potensi ekspor dan investasi baru,”

tuturnya.

Bhima menekankan, penting bagi pemerintah untuk membentuk tim tindak lanjut setelah didapatkan komitmen investasi. Menurutnya, peluang investasi yang bisa dimanfaatkan Indonesia utamanya di sektor energi terbarukan dan ekosistem baterai.

Yang terpenting setelah komitmen investasi tercapai, berikutnya adalah membentuk tim tindak lanjut sehingga jadi realisasi investasi. Misalnya ada investor tertarik bangun panel surya floating, harus langsung bersambut kerja sama dengan PLN,”

katanya.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version