Prabowo Pamer Kemiskinan Ekstrem RI Terendah di WEF, Tapi 23 Juta Warga Masih Miskin

Ilustrasi seorang anak dan ibu di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Farel Yesha)

Presiden Prabowo Subianto mengklaim, angka kemiskinan ekstrem Indonesia kini berada dalam titik terendah dalam sejarah. Ia menyatakan, akan menghapus angka kemiskinan ekstrem dan menurunkannya secara keseluruhan.

Demikian disampaikan Prabowo dalam Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Anda mungkin jarang mendengar kisah kami karena kami tidak suka pamer. Namun, kemiskinan ekstrem di Indonesia kini berada pada titik terendah sepanjang sejarah,”

ujar Prabowo dalam Youtube Sekretariat Presiden Jumat, 23 Januari 2026.

Prabowo berjanji, akan menghapus kemiskinan ekstrem, dan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan dalam empat tahun ke depan atau selama kepemimpinannya.

Dalam empat tahun ke depan, saya bertekad menghapus kemiskinan ekstrem dan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi hidup saya. Tidak ada yang lebih mulia daripada menghapus kemiskinan dan kelaparan,”

tuturnya.

Prabowo menuturkan, dari pembelajarannya, tugas pemimpin merupakan hal sederhana, yakni membuat orang miskin dan lemah bisa tersenyum. Menurutnya, saat orang tersenyum, maka mereka memiliki masa depan. 

Saya belajar dari para tetua saya: tugas pemimpin itu sederhana membuat orang miskin dan lemah bisa tersenyum. Jika mereka tersenyum, berarti mereka punya harapan dan masa depan,”

tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 jumlah penduduk miskin sebanyak 23,85 juta orang. 

Adapun tingkat kemiskinan tercatat sebesar 8,47 persen, atau lebih rendah dari 8,57 persen pada September 2024. Untuk rata-rata garis kemiskinan nasional tercatat sebesar Rp609.160 per kapita per bulan. Artinya, rumah tangga miskin dengan rata-rata 4,72 anggota rumah tangga yang pengeluarannya berada di bawah Rp2.875.235 per bulan. 

Tercatat tingkat kemiskinan di perdesaan sebesar 11,03 persen, dan perkotaan sebesar 6,73 persen. Tingkat kemiskinan di perdesaan mengalami penurunan, sedangkan di perkotaan mengalami kenaikan.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version