IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Usai Thomas Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Selasa, 27 Januari 2026 ke level 8.949 atau 0,29 persen.

Begitu juga nilai tukar rupiah melemah sebesar Rp16.790 per dolar AS atau 0,05 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, pelemahan IHSG dan rupiah ini disebabkan oleh sentimen negatif pasar atas terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Peresmian Thomas Djiwandono sebagai deputi gubernur BI memang memberikan sentimen negatif bagi rupiah dan IHSG,”

ujar Lukman saat dihubungi owrite Selasa, 27 Januari 2026.

Karena sebagaimana diketahui, Thomas saat ini masih menjabat sebagai wakil menteri keuangan. Ia juga memiliki status kekerabatan dengan Presiden Prabowo, karena Thomas merupakan keponakan presiden.

Lukman mengatakan, indeks dolar AS saat ini masih terus turun ke level terendah dalam empat bulan.

Sedangkan pergerakan IHSG tercatat masih beragam karena adanya rotasi saham konglomerasi ke blue chip.

Indeks dolar AS sendiri masih terus turun, saat ini berkisar level terendah dalam 4 bulan. IHSG sendiri cukup beragam , terjadi rotasi saham konglo ke blue chip, sentimen umumnya masih positif namun juga terimbas aksi profit taking,”

tuturnya.

Lukman mengungkap, pelemahan IHSG pada pembukaan pasar hari ini juga didorong oleh aksi Presiden Prabowo terkait pertambangan liar, dan izinnya.

Selain itu aksi Prabowo terkait pertambangan liar dan izin-izin pertambangan, juga ikut membebani IHSG,”

ungkapnya.

Meski rupiah mengalami tekanan kata Lukman, namun pernyataan Bank Indonesia untuk menjaga rupiah akan menahan laju pelemahan rupiah yang lebih dalam.

Lukman memproyeksikan, rupiah akan ada di kisaran Rp16.500-Rp17.000 pada Semester I-2026, dan level Rp16.000-17.300 untuk keseluruhan tahun 2026.

Walau rupiah terbebani oleh perkembangan ini, namun pernyataan keras dari BI yang bertekad menjaga stabilitas rupiah, dengan intervensi akan bisa menahan rupiah melemah lebih besar dan malah bisa menguat,”

jelasnya.

Dari sisi IHSG, Lukman mengatakan bahwa faktor eksternal akan lebih berperan terhadap pergerakan saham. Ia menilai, bila sentimen global terus tinggi, maka IHSG akan mengalami tekanan.

Faktor eksternal lebih berperan, dan bisa bertahan tinggi dan naik apabila sentimen saham global masih kuat seperti saat ini,”

tuturnya.

Adapun Thomas Djiwandono diketahui memiliki jejak politik sebelum dicalonkan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Ia merupakan kader dari Partai Gerindra, dan mengemban jabatan sebagai Bendahara Umum partai selama 17 tahun.

Akan tetapi, Thomas mengaku sudah bukan lagi kader Gerindra karena telah mengundurkan diri per 31 Desember 2025, dan sudah mengundurkan diri sebagai bendahara umum sejak Maret 2025.

Nah menambah itu Pak, saya juga bukan anggota Gerindra per 31 Desember tahun ini, dan ini adalah komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia,”

ujar Thomas di DPR RI, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) sendiri menyatakan, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, serta bebas dari campur tangan Pemerintah atau pihak lain.

UU P2SK menekankan, sejumlah persyaratan untuk menjadi anggota dewan gubernur BI. Hal ini diantaranya merupakan warga negara Indonesia, memiliki keahlian.

Memiliki pengalaman di bidang ekonomi, keuangan, perbankan, atau hukum. Kemudian ditegaskan bukan pengurus atau anggota partai politik pada saat pencalonan.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version