Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penghentian sementara alias trading halt selama dua hari beruntun. Kurang dari 30 menit setelah pembukaan perdagangan, IHSG anjlok 8 persen ke level 7.654.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penyebab anjloknya IHSG pada perdagangan pagi ini masih dipicu oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Iya (karena MSCI). Ada kekhawatiran di downgrade dari Emerging ke Frontier, Goldman Sachs juga downgrade ke underweight,”
ujar Lukman kepada owrite, Kamis, 29 Januari 2026.
Lukman menuturkan, pergerakan IHSG hari ini sulit diprediksi. Sebab sentimen pasar kini masih buruk.
Susah diprediksi, karna sentimen masih sangat buruk, tapi tetap ada kemungkinan bargain hunting,”
tuturnya.
Lukman pun menepis anjloknya IHSG hari ini karena dampak terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menilai, sentimen dari Thomas lebih tercermin pada nilai tukar rupiah.
Tidak juga, dampak Thomas kemarin ke rupiah. Namun saat ini terbebani MSCI,”
tuturnya.
Adapun penghentian sementara perdagangan sudah direspons oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan di sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09:26 WIB.
Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,”
ujar Kautsar.
Ia mengatakan, perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu WIB tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
Adapun langkah ini dilakukan BEI sebagai upaya menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien.
