Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan, pengunduran diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak akan mengganggu keberlangsungan operasional perdagangan di pasar modal. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BEI pun akan ditunjuk oleh OJK.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan otoritas menghargai keputusan Iman yang mengundurkan diri dari jabatannya. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap kondisi pasar modal Indonesia saat ini.
OJK memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan mengganggu keberlangsungan operasional perdagangan di BEI,”
kata Inarno dalam keterangannya Jumat, 30 Januari 2026.
Inarno mengatakan, OJK akan menunjuk Plt Direktur Utama BEI. Hal ini untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, serta stabilitas operasional BEI.
Inarno meminta, kepada seluruh investor di pasar modal agar tetap tenang dan juga rasional dalam mengambil setiap keputusan untuk berinvestasi.
Di samping itu, Inarno mengatakan bahwa OJK akan mengambil peran utama dalam proses reformasi di pasar modal Indonesia, dengan mengawal pelaksanaan sejumlah langkah strategis yang telah ditetapkan bersama Self Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal.
Adapun dalam hal ini OJK akan melaksanakan ketentuan transparansi pemegang saham di pasar modal yang lebih kecil dari 5 persen. Kemudian OJK akan menaikkan ketentuan free float saham menjadi 15 persen. Lalu pelaksanaan demutualisasi pasar modal Indonesia, serta penguatan penegakan hukum dan tata kelola di pasar modal.
OJK akan mengawal concern yang disampaikan oleh MSCI dan diharapkan selesai sebelum Mei 2026. Kami akan berkantor di Bursa Efek Indonesia,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 30 Januari 2026. Alasan mundurnya dia karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk dalam dua hari sebelumnya.
Iman mengatakan, pengunduran dirinya ini sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi di pasar modal. Adapun pada 28 dan 29 Januari 2026 IHSG mengalami penghentian sementara alias trading halt ke 8 persen.
Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,”
ujar Iman di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.
Iman berharap, dengan mundurnya dia sebagai pimpinan BEI akan membuat pasar modal Indonesia lebih baik ke depannya. Ia mengharapkan, IHSG bisa terus menguat seperti pembukaan perdagangan hari ini.
