Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Penopang Utama

Kemacetan di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Sumber: Unsplash/Adrian Pranata )

Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dan sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen yoy. Sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2025 ini disumbang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 2,62 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif pada tahun 2025. Komponen dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 53,88 persen.

Konsumsi rumah tangga dengan distribusi atau kontribusi sebesar 53,88 persen, dan pertumbuhannya pada tahun 2025 sebesar 4,98 persen,”

ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantornya Kamis, 5 Februari 2026.

Lalu untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada 2025 sebesar 53,88 persen, atau tumbuh 5,09 persen. Kemudian ekspor kontribusi terhadap PDB sebesar 22,85 persen.

Komponen dengan pertumbuhan tertinggi adalah ekspor sebesar 7,03 persen,”

jelasnya.

Amalia menuturkan, bila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025, konsumsi rumah tangga menjadi pendorong tertinggi sebesar 2,62 persen, diikuti PMTB sebesar 1,58 persen dari total pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,11 persen.

Konsumsi rumah tangga memberikan sumber pertumbuhan terbesar yaitu 2,62 persen, dan komponen lain yang memberikan juga sumber pertumbuhan yang relatif tinggi antara lain PMTB dengan sumber pertumbuhan 1,58 persen, dan konsumsi pemerintah sumber pertumbuhan 0,19 persen,”

imbuhnya.

Bila dirinci, tingginya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dikarenakan naiknya aktivitas dan mobilitas masyarakat. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada pengeluaran kelompok restoran dan hotel sebesar 6,38 persen sejalan dengan naiknya aktivitas wisata selama liburan.

Tumbuhnya konsumsi rumah tangga juga didorong oleh konsumsi transportasi dan komunikasi yang tumbuh 6,32 persen. Hal ini disumbang oleh naiknya mobilitas masyarakat dan stimulus yang diberikan pemerintah.

Lalu untuk PMTB pertumbuhan disumbang oleh naiknya impor barang modal. Pertumbuhan PMTB tertinggi terjadi pada sub komponen mesin dan perlengkapan sebesar 17,99 persen. sub kompenen kendaraan tumbuh 5,16 persen, dan naiknya realisasi investasi oleh BKPM sebesar 12,66 persen.

Kemudian untuk pertumbuhan ekspor berasal dari barang non migas dan ekspor jasa. Beberapa komoditas barang non migas yang naik diantaranya lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya. Sedangkan pertumbuhan ekpor jasa salah satunya didorong oleh naiknya kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 10,80 persen.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version