Nama Eric Trump semakin mencuat di dunia bisnis internasional. Bukan hanya karena statusnya sebagai putra kedua Donald Trump dan Ivana Trump, tapi karena kiprahnya dalam mengubah Trump Organization menjadi salah satu imperium bisnis paling berpengaruh di dunia modern.
Pria berusia 41 tahun ini menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization, perusahaan yang telah berdiri sejak 1927 dan menjadi tulang punggung kekayaan keluarga Trump.
Dalam perannya, Eric bertanggung jawab atas berbagai sektor vital mulai dari akuisisi, pengembangan properti, pembiayaan, desain, branding, hingga manajemen hotel dan resort mewah di berbagai benua.
Eric dikenal sebagai sosok di balik kebangkitan besar Trump Golf. Saat pertama kali bergabung dengan perusahaan keluarga pada 2006, jaringan klub golf Trump hanya memiliki tiga properti.
Namun berkat kepemimpinannya, bisnis ini berkembang pesat menjadi 21 klub elit kelas dunia yang tersebar di Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Selain mengelola Trump Golf, Eric juga mengawasi lini bisnis besar lainnya, termasuk Trump Hotels, Mar-a-Lago Club, hingga Trump Winery, kebun anggur mewah di negara bagian Virginia.
Diluncurkan pada 2011, Trump Winery berhasil menembus pasar premium dan memenangkan berbagai penghargaan bergengsi salah satunya Rising Star of the Year 2013 dari Wine Enthusiast.
Proyek Global: Dari Amerika ke Asia
Eric Trump juga menjadi motor penggerak di balik ekspansi global Trump Organization. Ia tercatat mengawasi lebih dari 20 proyek besar di berbagai belahan dunia mulai dari Republik Dominika, Indonesia, Filipina, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, India, hingga Uruguay.
Langkah ambisius ini memperluas jangkauan brand Trump ke pasar properti internasional yang semakin kompetitif.
Selain dikenal sebagai pengusaha, Eric juga aktif di bidang filantropi melalui Eric Trump Foundation, organisasi amal yang fokus membantu Rumah Sakit Anak St. Jude.
Berdasarkan data resmi yayasan, lembaga ini berkomitmen menyumbangkan hampir US$28 juta untuk mendukung layanan kesehatan anak-anak di sana.
Namun, perjalanan yayasan ini tak lepas dari kontroversi publik. Pada 2017, laporan Forbes mengungkap dugaan bahwa sebagian dana yayasan dialihkan ke Trump Organization, bukan sepenuhnya disalurkan untuk kegiatan amal.
Meski demikian, pihak Eric Trump menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah mengambil keuntungan pribadi dari yayasan tersebut.
Karena meningkatnya spekulasi soal konflik kepentingan dengan pemerintahan ayahnya, Eric akhirnya menutup yayasan tersebut pada Desember 2016.
Dari Properti ke Dunia Kripto
Beberapa tahun terakhir, Eric Trump terjun ke sektor baru yang tengah naik daun mata uang kripto. Ia aktif mempromosikan World Liberty Financial, proyek kripto milik keluarga Trump yang didukung penuh oleh pemerintahan ayahnya.
Langkah ini memunculkan kekhawatiran dari sejumlah anggota parlemen terkait potensi benturan antara urusan bisnis dan politik. Namun Eric dengan tegas menepis tuduhan tersebut.
“Saya bekerja di sektor swasta sepanjang hidup saya. Tidak ada hubungan dengan pemerintahan,” ujarnya kepada Nikkei Asia.
Keluarga Kecil Harmonis
Di luar kesibukannya, Eric Trump juga dikenal sebagai sosok keluarga. Pada 2014, ia menikahi Lara Yunaska, seorang produser televisi, dalam upacara mewah di Palm Beach, Florida tepat di kediaman keluarga besar Trump.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai dua anak Eric Luke dan Carolina Trump, yang sering tampil dalam acara sosial keluarga.




