Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan kini mendekam di Metropolitan Detention Centre (MDC), New York, setelah ditangkap oleh pasukan elite Amerika Serikat dalam operasi khusus pada akhir pekan lalu.
Fasilitas penahanan ini dikenal luas sebagai salah satu penjara federal paling bermasalah di Amerika Serikat.
MDC bahkan mendapat julukan mengerikan di kalangan narapidana, yakni “Hell on Earth” atau “Neraka di Bumi”, karena kondisi yang buruk serta rentetan tuduhan perlakuan tidak manusiawi terhadap para tahanan.
Maduro tiba di MDC pada Sabtu larut malam setelah ditangkap dan langsung diterbangkan ke New York oleh pasukan AS dalam sebuah operasi khusus pada dini hari.
Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan Maduro dikawal aparat keamanan federal.
Ia tampak mengenakan hoodie berwarna biru lalu hitam, sambil tersenyum, mengacungkan jempol, dan mengucapkan “selamat tahun baru” kepada para agen yang mengawalnya.
Pernyataan Donald Trump soal Penahanan Maduro
Penangkapan ini juga dikonfirmasi oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap Maduro akan berjalan sepenuhnya di wilayah Amerika Serikat.
Maduro dan istrinya akan segera menghadapi sepenuhnya kekuatan hukum Amerika dan diadili di wilayah Amerika Serikat,”
kata Donald Trump kepada wartawan dalam konferensi pers pada Sabtu pagi seperti dikutip The Telegraph.
MDC bukanlah penjara biasa. Fasilitas ini pernah menahan sejumlah figur kelas dunia dengan kasus besar, mulai dari Ghislaine Maxwell hingga Sean “Diddy” Combs.
Maxwell divonis bersalah dalam kasus perdagangan seks anak, sementara Combs dinyatakan bersalah atas tuduhan transportasi untuk prostitusi.
Selain itu, MDC juga pernah menjadi tempat penahanan Joaquin “El Chapo” Guzman, Sam Bankman-Fried, hingga penyanyi R Kelly.
Penjara MDC memiliki reputasi buruk akibat banyaknya laporan kekerasan dan kematian tahanan. Menjelang persidangan Sean Combs tahun lalu, tim kuasa hukumnya bahkan mempertanyakan kelayakan fasilitas tersebut.
Sejumlah pengadilan di distrik ini telah mengakui bahwa kondisi di MDC tidak layak untuk penahanan pra-persidangan.
Baru musim panas lalu, seorang narapidana dibunuh. Setidaknya empat narapidana meninggal akibat bunuh diri di sana dalam tiga tahun terakhir.
Sejarah Panjang Skandal dan Pelanggaran
Gedung MDC yang dihuni sekitar 1.300 tahanan pria dan perempuan ini berdiri di kawasan Brooklyn, terjepit antara tepi laut dan jalan tol, dengan sistem keamanan superketat serta fasilitas rekreasi yang sangat terbatas.
Salah satu fasilitas federal yang paling bermasalah bahkan menyoroti adanya sejarah unik pelanggaran oleh staf,”
ucap Mantan kepala penjara Cameron Lindsay.
Pada 2007, sebanyak 11 petugas penjaga didakwa terkait kasus pemukulan tahanan. Penyelidikan menemukan darah dan gumpalan rambut di dalam sel, sementara para petugas dituduh membuat laporan palsu untuk menutupi kejadian tersebut.
MDC juga pernah diguncang kasus kekerasan seksual. Pada 2018, tiga petugas penjara divonis bersalah atas pelecehan terhadap tahanan perempuan, termasuk seorang letnan yang terbukti berulang kali memperkosa seorang narapidana.
Pada 2019, publik kembali dikejutkan ketika pemadaman listrik selama sepekan membuat penjara tanpa pemanas dan penerangan di tengah cuaca ekstrem.
Anggota Kongres AS yang meninjau lokasi melaporkan kondisi yang tidak dapat diterima, dengan para tahanan dikurung berjam-jam sambil memukul pintu sel dan memohon pertolongan.
Kesaksian Brutal dari Dalam Penjara
Kematian tahanan terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kasus penusukan terhadap Uriel Whyte pada 2024. Kesaksian para narapidana pun menggambarkan situasi yang sangat mengerikan.
Seorang tahanan bernama Eli mengatakan kepada Spectrum News NY1 pada 2024 bahwa ada seorang pria ditusuk di mata dengan pisau rakitan.
Pisau-pisau itu panjangnya bisa 15 hingga 22 sentimeter, dibuat sendiri dari material dinding baja. Kekerasan sangat sering terjadi. Penusukan terjadi setidaknya beberapa kali setiap pekan,”
papar Eli.
Maduro diperkirakan akan tetap ditahan di MDC hingga proses persidangannya dimulai. Seperti tahanan lainnya, ia hanya akan berada di fasilitas ini sementara waktu sebelum dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain apabila telah dijatuhi vonis.
Penahanan ini menambah daftar panjang kontroversi seputar MDC, sekaligus menempatkan Presiden Venezuela itu di salah satu penjara paling ditakuti di Amerika Serikat.
