Trump Ragukan NATO, Kemungkinan AS Bertindak Sendiri demi Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dok. White House)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Pada Rabu, 7 Januari 2026.

Ia secara terbuka meragukan apakah aliansi militer tersebut akan memberikan bantuan kepada Amerika Serikat apabila Washington menghadapi situasi krisis.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global, terutama menyusul dorongan baru dari Gedung Putih terkait rencana akuisisi Greenland, wilayah otonom milik Denmark yang juga merupakan anggota NATO.

Saya ragu NATO akan ada untuk kita jika kita benar-benar membutuhkannya. Kami akan selalu ada untuk NATO, meskipun mereka tidak akan ada untuk kami,”

tulis Trump dengan nada keras di Truth Social.

Dalam struktur NATO, Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara menjadi fondasi utama pertahanan kolektif.

Klausul tersebut menyatakan bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Namun, ketentuan tersebut secara resmi baru satu kali diterapkan, yakni setelah serangan teror al-Qaida pada 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat.

Isu Greenland Picu Ketegangan dengan Sekutu

Komentar Trump disampaikan sehari setelah Gedung Putih menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.

Sejak lama, Trump dikenal kerap melontarkan kritik terhadap NATO, khususnya soal kontribusi anggaran pertahanan negara-negara anggotanya.

Ia terus mendesak sekutu NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan, dari target minimum 2 persen PDB hingga mencapai 5 persen.

Pada Selasa malam, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump tengah membahas berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland pulau Arktik yang memiliki posisi strategis dan sumber daya mineral melimpah dengan menegaskan bahwa opsi militer Amerika Serikat tidak dikesampingkan.

Dalam unggahannya, Trump kembali mengeluhkan rendahnya kontribusi negara-negara sekutu NATO sebelum masa jabatan pertamanya, sementara mereka tetap mengandalkan perlindungan militer AS.

Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa tanpa peran Amerika Serikat, Rusia dan China tidak akan merasa terintimidasi oleh NATO.

Denmark Ingatkan Ancaman Runtuhnya NATO

Menanggapi eskalasi pernyataan Trump, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada Senin mengeluarkan peringatan keras.

Ia menegaskan bahwa setiap serangan Amerika Serikat terhadap negara anggota NATO lain akan berdampak fatal bagi aliansi tersebut.

Semuanya berhenti, termasuk NATO, dan dengan demikian keamanan yang telah terbangun sejak berakhirnya Perang Dunia II,”

ujar Mette Frederiksen.

Para pemimpin Eropa bergerak cepat merespons situasi ini. Pada Selasa, delapan pemimpin utama Eropa menyepakati bahwa keamanan Greenland harus dijamin secara kolektif melalui NATO, dengan tetap menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah.

Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyatakan bahwa Paris tengah berkoordinasi dengan mitra-mitra Eropa untuk menyusun respons bersama.

Pemerintah Jerman juga mengonfirmasi bahwa diskusi mengenai perlindungan kedaulatan Greenland sedang berlangsung di tingkat Eropa.

Trump Klaim Peran Besar di Dunia Global

Dalam unggahan yang sama dengan salah mengeja nama penghargaan internasional bergengsi—Trump turut menyoroti perannya dalam geopolitik global.

Tanpa keterlibatan saya, Rusia saat ini akan menguasai seluruh Ukraina. Ingat juga, saya secara sendirian mengakhiri 8 perang, dan Norwegia, anggota NATO, dengan bodohnya memilih untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian. Tapi itu tidak masalah,”

ujar Trump.

Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, pada Rabu mengatakan bahwa dorongan terbaru Gedung Putih terkait Greenland mencerminkan kekhawatiran mendalam soal keamanan wilayah tersebut.

Presiden Trump dan para penasihatnya tidak percaya bahwa wilayah tersebut saat ini dijaga dengan baik. Ketika es mencair dan jalur pelayaran di Arktik serta kawasan Utara Tinggi terbuka, Greenland menjadi risiko keamanan yang sangat serius bagi wilayah utama Amerika Serikat,”

ujar Matthew Whitaker.

Meski demikian, Whitaker berupaya meredam spekulasi mengenai aksi militer sepihak. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan sekutu.

Kita harus memastikan bahwa kita bekerja sama dengan seluruh sekutu NATO. Saya tidak meragukan sedikit pun bahwa kita akan mampu mencapai solusi yang memuaskan bagi kedua belah pihak,”

pungkasnya.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version