Begini Cara Penanganan yang Tepat Saat Anak Mengalami Kejang Demam

Begini Cara Penanganan yang Tepat Saat Anak Mengalami Kejang Demam (Foto: Freepik)

Kejang demam adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak dengan rentang usia antara 6 bulan hingga 5 tahun.

Kondisi ini dipicu dengan lonjakan suhu tubuh yang sering kali disebabkan oleh infeksi atau penyakit di luar jaringan otak.

Banyak orang tua yang panik ketika anaknya kejang. Tidak sedikit dari mereka yang justru memberikan minum dan mendudukan anaknya. Padahal cara tersebut kurang tepat.

Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua ketika anak kejang?

Dokter Spesialis Anak, dr Arifianto, Sp.A(K) mengaku kerap menghadapi anak kejang demam. Hal yang dia lakukan hanya memperhatikan anak tersebut.

Melihat anak kejang pastinya menyeramkan ya. Buat panik. Nggak cuma orangtuanya. Dokternya juga panik. Tapi kita harus tahu fakta seputar kejang demam pada anak. Berbeda memang dengan epilepsi dan kejang karena sebab lainnya. Tapi secara umum, tindakan penanganan awal sama,”

ujar dr Arifianto seperti dikutip dari X @dokterapin, Selasa 3 Februari 2026.

Dokter Arifianto pun membagikan temuan di Chatgpt dan Gemini terkait cara menangani anak yang kejang. Kedua laman tersebut menyatakan bahwa kuncinya adalah tetap tenang.

Nggak ada tindakan khusus. Dibaringkan atau miringkan, dan catat berapa lama kejang terjadi. Secara umum ini aja. Lihat jam. Berapa lama durasi kejang? Nggak ada tindakan khusus seperti pasang oksigen, kasih diazepam dan lain-lain,”

kata dr Afrianto.

Lebih lanjut, dr Afrianto menjelaskan umumnya kejang demam berlangsung singkat, tidak sampai 5 menit. Mayoritas 2-3 menit.

Itupun berasa lama banget lho! Makanya kalau 5 menit belum berhenti, segera bawa ke IGD/klinik terdekat,”

tambahnya.

Kejang demam lebih dari 5 menit (definisi status epileptikus saat ini) itu bukan karena kejangnya “nggak diapa-apain”. Karena kejang demam memang mayoritas singkat.

Kalau kejangnya lama, boleh curiga meningitis atau ensefalitis, atau epilepsi (tanpa demam), dan ini pastinya segera ke IGD RS,”

lanjutnya.

Lalu, kapan kasih diazepam dari dubur? Dokter Afrianto menyarankan, sebaiknya diberikan saat kejangnya lebih dari 5 menit, tapi ada juga yang 3 menit.

Artinya, anak kejang nggak harus langsung masuk diazepam. Obat ini juga bukan tanpa efek samping lho. Nanti lihat anaknya tidur lama sulit dibangunkan pasca diazepam, malah panik juga,”

sambungnya.

Apakah kejang demam perlu dirawat tidak? Kalau kejang demam pertama, belum pernah pengalaman, panik, tidak apa-apa dirawat. Lebih ke arah observasi dan edukasi.

Lalu saya jelaskan, kalau kejangnya lebih dari 5 menit, tidak berulang, kesadaran anak pulih tidak lama setelah kejang berhenti, maka tidak usah ke IGD. Tidak perlu juga tiap kejang demam anak dirawat inap. Kecuali kondisinya berlawanan dengan penjelas tersebut,”

tandasnya.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version