Kebiasaan menjemur bayi di luar rumah sebaiknya dihentikan sementara ketika lingkungan sekitar terdampak sebaran abu vulkanik. Udara dalam kondisi tersebut berisiko membuat bayi terpapar partikel abu yang beterbangan.
Epidemiolog sekaligus peneliti di Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan orang tua untuk tidak membawa bayi keluar rumah, terutama ketika abu vulkanik masih terlihat tebal di lingkungan sekitar.
“Prinsip perlindungan yang paling efektif buat anak, (terutama) bayi, tetap berada di lingkungan tidak berdebu atau abu vulkanik, artinya di dalam ruangan,”
kata Dicky kepada Owrite.id, dikutip pada 9 September 2026.
Dalam kondisi lingkungan dipenuhi abu vulkanik, perlindungan paling efektif bagi bayi adalah mengurangi paparan terhadap udara luar. Karena itu, bayi sebaiknya tetap berada di dalam ruangan selama kondisi belum aman.






