Dering bel di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara berbunyi pada siang hari, tepatnya pada Jumat, 7 Oktober 2025, tanda kegiatan belajar mengajar berhenti sejenak, mengingat seluruh siswa akan melaksanakan sholat Jumat.
Berbondong-bondong para siswa tersebut masuk ke Masjid yang berada di dalam lingkungan sekolah untuk melaksanakan sholat Jumat berjamaah.
Sementara itu, siswa perempuan tetap berada di dalam kelas. Suara azan dikumandangkan, rangkaian kegiatan sholat Jumat berlangsung seperti biasa tanpa ada yang aneh.
Tepat setelah Khotbah pertama selesai, terjadilah ledakan bom yang diperkirakan pada pukul 12.15 WIB, langsung merubah suasana yang tadinya khidmat menjadi mencekam.
Doa..doa, tiba-tiba langsung, Tuh, gitu. Langsung meledak yang kedua, Persis banget itu suara bom,”
Penjaga Kantin SMAN 72, Maman kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).
Serpihan ledakan bercampur percikan api dan kaca, ada yang menusuk kulit Maman.
Dari dalam Masjid itu, Maman langsung berdiri dan berlari tergopoh-gopoh.
Tubuhnya yang termakan usia, tidak kuat untuk menahan desakan siswa lainnya yang berhamburan keluar dari Masjid untuk menyelamatkan diri.
Hanya berselang beberapa menit, ledakan kedua pun terjadi suaranya nyaring terdengar di sekitaran Masjid.
Ada dua kali ledakan. Satu di Masjid, satu lagi di belakang, belakang sekolah,”
Maman.
Badan gemetar lemas ditambah pikiran yang berkecamuk. Namun Maman tetap fokus untuk menyelamatkan dirinya.
Suasana masih tak kunjung kondusif, sepanjang lapangan sekolah ramai dipenuhi para siswa.
Selanjutnya Maman melihat banyak orang yang lalu lalang melakukan mengevakuasi korban dari ledakan tersebut.
“Ada yang bocor kepalanya, Ada yang kena serpihan di pinggangnya, Ada yang sedang ibadah, tangan (luka-luka), banyak-banyak orang yang terluka,” Maman.
Selanjutnya pihak polisi bersama TNI langsung mengamankan lokasi tempat kejadian serta mengevakuasi siswa sekolah dan korban lainnya.
