Ngeri! Air Laut di Pantai Mutiara Nyaris Setinggi Tanggul

Tanggul Pantai Mutiara (Foto: OWRITE/Hadi Febriansyah)

Kondisi tanggul pesisir Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali memicu kekhawatiran publik.

Situasi di lapangan menunjukkan tanda-tanda bahaya yang semakin nyata, hingga menarik perhatian warga serta sejumlah mantan pejabat yang pernah menangani isu pesisir ibu kota.

Berdasarkan tinjauan langsung tim owrite.id, Senin, 24 November 2025, permukaan air laut saat pasang kini berada sangat dekat dengan puncak tanggul utama yang melindungi kawasan elit tersebut.

Air laut tampak hampir sejajar dengan tanggul, menandakan risiko yang semakin meningkat.

Fenomena ini merupakan hasil kombinasi antara pasang laut tinggi dan penurunan muka tanah (land subsidence) di Jakarta Utara, yang termasuk salah satu yang tercepat di Indonesia.

Kabarnya penuruan tanah di wilayah ini mencapai kurang lebih 10–30 sentimeter per tahun, membuat dataran permukiman makin rendah dari permukaan laut.

Akibatnya, jarak antara puncak tanggul dan air laut saat rob hanya tinggal 30–100 sentimeter. Padahal, tinggi tanggul dari permukaan tanah hanya sekitar satu meter, sehingga ruang aman (safety margin) semakin menipis dan rawan diterjang air laut.

Tanggul yang berdiri sebagai garis pertahanan terakhir ini menggunakan struktur beton, namun sejumlah warga melaporkan bahwa di beberapa titik ketebalannya hanya 10–15 sentimeter.

Dengan kondisi setipis itu, risiko kerusakan akibat rembesan, erosi ombak, hingga jebol menjadi semakin besar.

Sebelumnya beredar kabar adanya bagian tanggul di area Pantai Mutiara yang mengalami rembes hingga jebol.

Namun saat owrite.id mencoba memeriksa lokasi, akses menuju titik tersebut tidak diberikan.

Untuk saat ini, dari pihak RW 16 tidak bisa memberikan akses ke tanggul tersebut. Nanti bulan Desember akan ada konferensi pers terkait masalah ini,”

salah satu pengurus RW.

Selama pemantauan berlangsung, tak satu pun warga bersedia memberikan keterangan mengenai isu tanggul bocor tersebut.

Kondisi yang ada menunjukkan bahwa pencegahan banjir rob tidak bisa hanya mengandalkan sistem drainase darat.

Ketahanan serta ketinggian tanggul laut adalah benteng terakhir yang menahan air laut, yang kini posisinya telah lebih tinggi dari daratan permukiman Pantai Mutiara.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version