Pengamat Desak Pemprov DKI Libatkan Swasta Atasi Kebocoran Tanggul Pantai Mutiara

Tanggul Pantai Mutiara (Foto: OWRITE/Hadi Febriansyah)

Pengamat kebijakan tata kelola publik, Trubus Rahadiansyah, menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu segera bekerja sama dengan pihak swasta untuk menangani kebocoran tanggul di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

Menurutnya, kolaborasi dengan para pengembang sekitar dapat mempercepat penanganan darurat, mengingat kawasan tersebut dipenuhi komplek perumahan elit yang memiliki kapasitas dan sumber daya untuk membantu mitigasi.

Developer di wilayah itu seharusnya diwajibkan ikut bergotong royong menyelesaikan masalah ini. Ini langkah rasional dan logis, bukan untuk menimbulkan ketakutan, tetapi demi pencegahan,”

Trubus kepada owrite.id.

Belum Ada Langkah Nyata dari Pemprov dan Swasta

Trubus menyoroti lambatnya respons pemerintah daerah maupun pihak swasta dalam menyikapi kondisi tanggul yang mengalami rembesan tersebut.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada kajian lengkap mengenai kondisi Pantai Mutiara. Padahal para developer pasti punya data,”

Trubus.

Ia menambahkan bahwa data tersebut idealnya dikumpulkan dan dipresentasikan dalam forum konsultasi publik untuk menentukan langkah paling cepat mengantisipasi kerusakan yang lebih besar.

Rembesan Tanggul Picu Kekhawatiran Rob

Isu kebocoran tanggul Pantai Mutiara kembali mencuat setelah video yang menampilkan air laut merembes dari bawah struktur tanggul viral di media sosial.

Rekaman tersebut memicu kepanikan warga, terutama karena lokasi itu dikenal sebagai kawasan premium yang rawan rob.

Dalam video yang diunggah pada Senin 24 November 2025, tampak jelas retakan yang membuat air laut mengalir menuju area belakang tanggul, bahkan dikabarkan mendekati fasilitas kolam renang salah satu komplek perumahan.

Hasil peninjauan tim owrite.id menunjukkan bahwa saat pasang, permukaan air laut berada sangat dekat dengan atas tanggul.

Kondisi ini memberi sinyal bahwa margin keamanan tanggul semakin menipis dan berisiko menimbulkan kerusakan lebih besar.

Fenomena rob yang semakin parah tidak lepas dari kombinasi pasang air laut dan penurunan muka tanah (land subsidence) yang sangat cepat di wilayah Jakarta Utara salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version