Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, mengatakan industri media tengah berada dalam fase transisi besar yang mengakibatkan guncangan di berbagai lini, mulai dari model bisnis, pola konsumsi informasi, hingga tata kelola pers nasional.
Firdaus menyoroti perubahan eksosistem media dari cetak, beralih ke online, hingga kini harus berhadapan dengan platform media sosial. Fenomena ini justru menciptakan ketidakpastian di kalangan pelaku pers.
Kita semua masyarakat pers itu gelisah dengan kondisi pers hari ini, menghadapi masa depannya. Bagaimana kita bisa meyakinkan publik dan manajemen kalau kita sendiri tidak yakin dengan masa depan?”
ujar Firdaus saat diwawancarai Owrite.id, usai menggelar diskusi Simposium Nasional sekaligus meresmikan Grand Opening Press Club Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025).
Dia menilai, media online yang pernah menjadi masa depan industri kini tak lagi sepenuhnya dominan. Bahkan secara ekonomi sudah memasuki fase ‘konvensional’. Menurutnya, fenomena ini bukan sekadar ancaman, tetapi sinyal bahwa siklus transformasi media berjalan semakin cepat.
Media online sudah konvensional. Bukan habis, tapi secara ekonomi sudah kecil sekali. Bahkan media besar pun gamang. Ke depan, tidak menutup kemungkinan karya jurnalis ditulis di media sosial. Tapi aturan mainnya hari ini belum ada,”
tambah dia.
SMSI mendorong agar kajian mendalam mengenai masa depan media menjadi agenda rutin di Press Club Indonesia. Tempat ini diharapkan menjadi ruang diskusi minimal sebulan sekali, bahkan jika memungkinkan setiap minggu untuk merumuskan format baru media yang relevan menuju 2045.
Firdaus menekankan pentingnya memastikan karya jurnalistik tetap memiliki media representatif yang memiliki dasar hukum dan daya tekan untuk kepentingan publik.
Kalau tidak punya legal standing, karya jurnalistik akan sulit bersaing dengan pola-pola baru. Media yang terverifikasi Dewan Pers seolah-olah menjadi satu-satunya yang dilindungi, padahal banyak media berpengaruh yang belum masuk konstituen,”
terang dia.
