Kisruh internal terjadi di Dewan Pimpinan (DP) Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto.
Sekjen Kowani Tantri Dyah Kiranadewi menjelaskan pernyataan mosi tidak percaya tersebut dibuat sebagai bentuk protes resmi atas berbagai tindakan dan keputusan Ketua Umum Kowani Nannie yang dinilai melampaui kewenangan, tidak transparan, serta merusak tata kelola organisasi.
Tantri menilai sejumlah keputusan penting selama beberapa bulan terakhir diambil secara sepihak tanpa proses musyawarah sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART organisasi, termasuk pemberhentian terhadap 18 Dewan Pimpinan Kowani.
Tidak sah atas pemberhentian terhadap 18 Anggota Pimpinan,”
Tantri kepada owrite, Jumat, 28 November 2025.
Adapun beberapa poin utama yang mendorong mosi tidak percaya ini, antara lain:
- Pengambilan keputusan strategis tanpa melibatkan struktur organisasi, yang mengabaikan mekanisme kolektif-kolegial.
- Minimnya transparansi dalam pengelolaan program dan kegiatan, sehingga menimbulkan pertanyaan serius terkait akuntabilitas.
- Sikap otoriter dalam menjalankan kepemimpinan, yang menciptakan suasana tidak kondusif dan membungkam ruang kritik internal.
- Terhambatnya berbagai program pemberdayaan perempuan, akibat arah kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan tujuan Kowani.
Tantri mengatakan ke depannya, Dewan Pimpinan Kowani akan melaksanakan kongres luar biasa demi mengembalikan marwah Kowani seperti semula.
Ia juga mengatakan akan memberhentikan Nannie secara tidak hormat.
Diberhentikan secara tidak hormat. Rencananya pertengahan Desember,”
Tantri .
Di sisi lain, saat dihubungi owrite, Ketum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto tidak memberi tanggapan terkait mosi yang ditujukan kepadanya.
Nggak ada yang perlu dibicarakan dengan saya tentang hal tersebut,”
Nannie.
