Pigai Bela Menlu Sugiono, Isi Kritik Dino Patti Djalal Dibilang Zonk

iren natania longdongdusep-malik
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) HAM 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Putra M. Akbar/nym)

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membela Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dari kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. 

Pigai menilai kritik Dino tidak berdasar dan mengabaikan capaian diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Menlu Sugiono.

Pigai mengatakan ia menghargai kritik sebagai bagian dari demokrasi, namun isi kritik Dino dinilainya tidak mencerminkan kondisi aktual diplomasi Indonesia saat ini.

Saya hargai kritik, namun kritik Pak Dino Patti Djalal kepada Menlu Sugiono itu isinya semua zonk, karena saat ini Indonesia sedang menuju kinerja diplomasi dengan level dan kelas yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,”

kata Pigai melalui akun X resmi miliknya, dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

Pigai mengklaim penilaian positif terhadap kinerja Sugiono tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari para diplomat di luar negeri. 

Saat ini, kata Pigai, ia tengah berada di Qatar dan bertemu langsung dengan Duta Besar Qatar di Doha serta sejumlah diplomat negara lain.

Jujur, semua duta besar dan diplomat di banyak negara yang saya temui mengatakan, Pak Menteri, baru kali ini Indonesia dipandang dunia. Sebelumnya kami dipinggirkan,”

tulis Pigai.

Menurut Menteri HAM tersebut, pengakuan dari para diplomat menunjukkan bahwa Sugiono memiliki prestasi yang signifikan dalam meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional.

Artinya Menlu Sugiono berprestasi dan luar biasa dibandingkan waktu Kementerian Luar Negeri dipimpin Pak Dino Patti Djalal,”

tegasnya.

Lebih lanjut, Pigai juga mengkritik sikap Dino yang dinilainya mencerminkan arogansi elit. Ia menyebut pengalaman masa lalu tidak otomatis menjadi jaminan kebenaran dalam praktik diplomasi.

Pak Dino tidak pernah berpikir dari mana dia berasal. Para pemimpin dunia tidak peduli itu, dan itu bukan jaminan bahwa dia adalah orang yang paling benar. Diplomasi itu bukan permainan,”

kata Pigai.

Pigai juga melontarkan bahwa kritik yang disampaikan Dino justru menunjukkan perilaku arogan dari kalangan elit Indonesia, alih-alih memberikan masukan konstruktif bagi penguatan diplomasi nasional.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal, menyampaikan kritik kepada Menteri Luar Negeri Sugiono terkait kepemimpinan diplomasi Indonesia. Pesan tersebut disampaikan melalui akun media sosial pribadinya di Instagram. 

Dino menyebut pesan saran itu dibuat dalam berbagai kapasitas, mulai dari sesepuh Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pendukung politik luar negeri Indonesia, hingga sebagai warga negara. Ia juga menekankan pengalamannya hampir 40 tahun berkecimpung di dunia diplomasi.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version