Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyinggung dinamika internal organisasi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Ia menyampaikan rasa syukur karena peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU tahun ini dapat dilangsungkan setelah konflik internal mereda.
Dalam pidatonya pada acara Harlah 1 Abad NU di Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026, Gus Yahya menekankan pentingnya persatuan setelah melewati masa penuh dinamika.
Syukur kepada Allah SWT, setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati Harlah 100 tahun masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu, Alhamdulillah,”
kata Gus Yahya.
Konflik Internal PBNU
PBNU sebelumnya dilanda konflik internal yang cukup serius hingga mengguncang posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum.
Perbedaan pandangan di tubuh organisasi memicu ketegangan dan perdebatan panjang di antara para pengurus.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan seluruh pihak yang sebelumnya berseteru sepakat menempuh jalan islah demi menjaga persatuan organisasi.
Dengan keputusan tersebut, Gus Yahya kembali menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PBNU.
Keputusan rekonsiliasi tersebut diambil dalam Rapat Pleno PBNU yang dipimpin oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Rapat digelar secara hybrid dan dihadiri unsur Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, A’wan, serta pimpinan badan otonom dan lembaga PBNU.
Dalam rapat itu, PBNU juga menerima pengembalian mandat KH Zulfa Mustofa dari jabatannya sebagai Pejabat Ketua Umum PBNU.
Demi menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan yang lebih luas, rapat pleno memutuskan untuk meninjau kembali atau me-nasakh sanksi pemberhentian Gus Yahya yang sebelumnya ditetapkan dalam Rapat Pleno pada 9 Desember 2025.
Dikembalikan ke Hasil Muktamar
Selain memulihkan posisi Ketua Umum, rapat pleno juga menetapkan pengembalian struktur kepengurusan PBNU sesuai hasil Muktamar ke-34 NU.
Struktur tersebut sebelumnya telah diperbarui melalui Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2024.
Keputusan ini diambil sebagai upaya memperkuat soliditas organisasi dalam menyongsong agenda-agenda besar NU ke depan.
PBNU telah menjadwalkan sejumlah agenda strategis pada tahun 2026. Munas dan Konbes NU direncanakan berlangsung pada bulan Syawal 1447 Hijriah atau sekitar April 2026.
Sementara itu, Muktamar NU selanjutnya dijadwalkan digelar pada Juli hingga Agustus 2026, yang diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan NU memasuki abad kedua perjalanannya.
