Jika Tak Sesuai Arah, Indonesia Siap Tinggalkan Dewan Perdamaian

Menteri Luar Negeri Sugiono (Foto: Instagram Sugiono)

Menteri Luar Negeri Sugiono akhirnya angkat bicara terkait peluang Indonesia menarik diri dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik mengenai efektivitas forum tersebut dalam mendorong perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Sugiono menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam BoP sejak awal bukan tanpa tujuan. Keanggotaan tersebut difokuskan untuk memperjuangkan situasi damai di Gaza dan Palestina secara menyeluruh, hingga tercapainya kemerdekaan dan kedaulatan penuh bagi Palestina.

Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari BoP, Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan tetap konsisten pada tujuan awal yang telah ditetapkan.

Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya, kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, dan saya kira itu trajektori yang kita ingin capai yang kita lihat saya kira koridor-koridornya ada di situ,”

kata Sugiono.

Respons atas Pernyataan Ketua Umum MUI

Pernyataan Menlu tersebut juga menanggapi sikap Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, yang sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto siap menarik Indonesia dari BoP apabila forum itu tak memberikan dampak nyata bagi Palestina.

Komitmen presiden yang pertama ingin benar-benar berjuang di dalam Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat penuh. Di sisi lain, komitmen beliau akan berjuang melalui Dewan Perdamaian ini untuk membantu penderitaan orang Palestina di Gaza,”

kata Anwar pada kesempatan yang sama.

Maka beliau melalui organisasi ini bekerja sama dengan negara-negara Islam yang lain untuk berjuang demi perdamaian dunia. Dan apabila di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, kepada perdamaian dunia, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP,”

imbuh Anwar.

Situasi Gaza Masih Rentan

Sugiono juga menyoroti kondisi di lapangan yang dinilainya masih jauh dari stabil. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kembali serangan militer Israel ke wilayah Palestina, yang berpotensi menggagalkan proses perdamaian yang tengah diupayakan.

Terkait dengan serangan tersebut kita semua khususnya negara-negara yang tergabung di dalam group of New York ini yang 8 negara dengan mayoritas penduduk Islam, Muslim terbesar itu sepakat untuk mengeluarkan joint statement bersama yang sifatnya mengecam dan menyatakan bahwa hal tersebut itu bisa mencederai proses yang sedang terjadi,”

ujar dia.

Lebih lanjut, Sugiono menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia ke BoP merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah, khususnya bagi Palestina dan Gaza.

Kemudian seperti juga saya sudah sampaikan bahwa kompas ataupun arah daripada upaya-upaya ini adalah untuk tercapainya solusi dua negara dan itu sudah jelas,”

ujar dia.

Terakhir Sugiono mengatakan Indonesia akan terus mengawal proses tersebut selama sejalan dengan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kedaulatan Palestina.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version