Nasib kurang beruntung menimpa pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, yang baru saja resmi dipecat oleh klub Ulsan HD.
Surat pemecatan itu datang secara mendadak dan membuat mantan pelatih Timnas Indonesia ini terkejut.
Padahal, Shin baru saja menukangi Ulsan HD sejak Agustus lalu, menggantikan Kim Pan-gon. Namun, kariernya bersama klub raksasa Korea itu hanya bertahan 10 pertandingan di semua ajang sebelum akhirnya diberhentikan oleh manajemen.
Kekalahan telak 0-4 dari Gimcheon Sangmu di ajang K League 1 akhir pekan lalu menjadi puncak kemarahan pihak klub.
Hasil itu membuat Ulsan, yang berstatus sebagai juara bertahan, terpuruk di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan hanya 37 poin dari 32 laga.
Selama masa kepemimpinan Shin Tae-yong, Ulsan HD hanya mampu mencatatkan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.
Akibat performa buruk tersebut, Ulsan kini harus berjuang di babak playoff degradasi, sesuatu yang jarang terjadi bagi klub sebesar mereka.
Keputusan pemecatan itu terasa mengejutkan bagi Shin Tae-yong. Ia mengaku sudah memberikan yang terbaik sejak hari pertama memimpin latihan, meski harus menghadapi berbagai kendala di internal klub.
“Meski keputusan ini sangat mendadak, saya tidak punya pilihan selain menghormati keputusan klub,” ujar Shin seperti dikutip dari Chosun.
“Saya tiba-tiba dikontrak oleh Ulsan dan berusaha keras memperbaiki performa tim. Tapi harus diakui, banyak situasi di dalam klub yang tidak mendukung pekerjaan saya,” ujar Shin.
Ia juga menambahkan bahwa meski masa kepemimpinannya singkat, namun ia tetap merasa tertantang untuk membawa perubahan di Ulsan.
Realitas di lapangan membuat semua usahanya tidak berjalan sesuai harapan.
“Saya mencoba mengubah tim, tapi memang banyak kesulitan di Ulsan. Walau begitu, pengalaman ini tetap menjadi tantangan menarik bagi saya. Tentu saja, hasilnya tetap mengecewakan,” tutupnya.
Kini posisi pelatih kepala Ulsan HD untuk sementara akan diisi oleh Noh Sang-rae, direktur tim muda klub tersebut, hingga pihak manajemen menemukan pelatih tetap.
