Digadang-gadang Sebagai Tim Pelatih Terbaik, Kini Apa Keputusan PSSI soal Nasib Kluivert?

Foto: Instagram Patrick Kluivert

Timnas Indonesia kembali harus mengubur mimpi berlaga di Piala Dunia 2026 setelah babak belur di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Bermain di Stadion King Abdullah, Jeddah, Skuad Garuda menelan dua kekalahan beruntun. Pertama 2-3 melawan Arab Saudi, setelah itu 0-1 saat melawan Irak.

Lantas tim yang katanya dilatih oleh staf kepelatihan terbaik pun gagal membawa Timnas Indonesia melangkah ke babak final Piala Dunia 2026.

Ya, tidak lama setelah Patrick Kluivert menggantikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, salah satu anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan komposisi staf pelatih Timnas Indonesia era Kluivert adalah yang terbaik.

Ini adalah kepelatihan terbaik yang pernah kita miliki. Semoga prestasi dari semua sisi juga menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Arya melalui posting-an di Instagram pada Februari lalu.

Alih-alih menjadi staf pelatih terbaik, justru Patrick Kluivert performanya jauh di bawah Shin Tae-yong. Bagaimana tidak, mantan pemain Barcelona ini sulit untuk meraih kemenangan di laga penting.

Dari delapan pertandingan yang telah dilakukan, Kluivert hanya mampu meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang dan empat kali kekalahan. Sepanjang laga tersebut, Timnas Indonesia kebobolan sebanyak 15 kali dan hanya mencetak 11 gol.

Nasib di Tangan Exco

Usai mendapatkan hasil buruk, desakan untuk memecat Kluivert mundur sudah ramai bermunculan. Namun sampai dengan saat ini PSSI masih belum memberikan keputusan apapun.

Kepastian ini didapat dari Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, mengatakan rapat Exco PSSI untuk menentukan nasib Patrick Kluivert kemungkinan besar tidak akan digelar pekan ini.

Hal ini dikarenakan, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir masih sibuk untuk menyiapkan pernikahan putrinya. Jadi keputusan itu bisa dilakukan setelah acara tersebut.

Oh iya tunggu Ketua Umum, kan beliau masih ada acara pernikahan. Mau menikahkan putrinya. Pernikahannya tanggal 18 dan 19 Oktober. Iya lho, kita juga harus ada rasa ini,” ujar Amali.

Patrick Kluivert siap tanggung jawab

Sementara itu, Kluivert sendiri mengatakan dirinya sudah siap dengan konsekuensi usai gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia.

Dear Indonesia, saya merasakan kesedihan dan kekecewaan yang sama seperti Anda. Kekalahan melawan Arab Saudi dan Irak adalah pelajaran pahit, tetapi juga pengingat betapa tingginya impian kita bersama,” ujar Kluivert dalam media sosialnya pada Senin malam WIB.

Sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab penuh. Kami telah memberikan segalanya dengan sepenuh hati, disiplin, dan persatuan. Setiap hari tim ini bekerja keras untuk berkembang dan mewakili Indonesia dengan bangga,” katanya menambahkan.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version