Ini Penyebab Rumput JIS Tak Kunjung Normal

Kondisi rumput JIS saat Persija melawan Persita (Foto: OWRITE/Hadi Febriansyah)

Persija Jakarta kembali menghadapi situasi pelik menjelang lanjutan kompetisi Super League 2025/2026.

Klub berjuluk Macan Kemayoran itu disebut-sebut berpotensi tidak dapat menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) di sisa laga kandang mereka.

Penyebabnya masih sama seperti sebelumnya permasalahan rumput stadion yang tak kunjung selesai.

Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, mengungkapkan bahwa persoalan utama JIS terus berulang dan tidak menunjukkan perkembangan signifikan.

Padahal sejak awal pembangunan, JIS sudah dibekali jenis rumput dan media tanam yang diklaim memenuhi standar.

Namun, sejak FIFA merekomendasikan penggantian rumput JIS saat Piala Dunia U-17 2023, kondisi lapangan justru semakin sering menuai kritik.

Rumput JIS Masih Jadi Problem Serius

Menurut Ferry, pihaknya kini harus segera mengambil langkah cepat karena kondisi rumput sudah tidak bisa dipakai secara normal.

Jika memang sudah tidak bisa digunakan, harus ada evaluasi total. Apakah rumput harus diganti atau perawatannya diperbarui, semua harus diteliti ulang,”

Ferry.

Walau pihak JakPro sering menyebut minimnya cahaya matahari sebagai masalah utama, Ferry menilai penyebab kerusakan rumput lebih kompleks dari itu.

Ia menduga jenis rumput dan media tanam yang dipakai saat ini tidak cocok untuk intensitas pertandingan tinggi.

Ia bahkan mengusulkan agar ahli independen tanpa kepentingan politik turun langsung memeriksa kondisi JIS untuk memberikan rekomendasi objektif.

Rumput JIS Rusak Walau Tanpa Event Musik

Ferry menolak anggapan bahwa kerusakan rumput JIS terjadi akibat konser. Ia menegaskan, rumput Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang kerap dipakai konser pun dapat kembali normal dengan cepat.

Sebagai contoh, Ferry menyebut rangkaian pertandingan Persija di JIS melawan Arema FC rumput bagus, melawan Persita Tangerang masih stabil, melawan Malut United kondisi langsung rusak.

Tanpa konser sekalipun, dua kali dipakai Persija rumputnya langsung bermasalah. Ini yang perlu dievaluasi serius,”

Ferry.

Persija Harus Cari Kandang Pengganti

Saat ini, Persija masih menyisakan dua laga kandang putaran pertama melawan Bhayangkara FC dan Persijap Jepara. Jika kondisi rumput JIS tidak diperbaiki segera, Persija kemungkinan besar harus pindah home base lagi.

Ferry berharap JIS fokus melakukan perbaikan total selama sisa putaran pertama sehingga Persija bisa kembali memakai stadion tersebut dalam kondisi optimal.

Lebih baik perbaikan besar-besaran dulu. Ganti media tanam atau rumput jika perlu. Yang penting nanti Persija bisa bermain tanpa gangguan,”

Ferry.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version