Profil Diananda Choirunisa: Berjuang di SEA Games, Hadiah Emas untuk Calon Buah Hati

Diananda Choirunisa (Foto: Instagram Diananda)

Nama Diananda Choirunisa menjadi sorotan publik usai tampil luar biasa di SEA Games 2025 Thailand.

Atlet panahan andalan Indonesia ini sukses menyumbangkan dua medali emas dari nomor beregu dan individual recurve putri, di tengah kondisi istimewa tengah mengandung anak keduanya.

Diananda baru mengetahui dirinya positif hamil beberapa jam sebelum turun di laga final nomor individual recurve putri.

Kabar tersebut sama sekali tidak mengganggu fokus dan performanya. Justru, Diananda mampu tampil tenang dan penuh determinasi hingga meraih kemenangan.

Alhamdulillah bisa dapat dua medali emas. Rezekinya terasa berlipat karena saya juga sedang hamil dua minggu. Pagi sempat merasa mual, tapi saat pertandingan justru merasa fit,”

Diananda, yang akrab disapa Anis.

Atas prestasinya tersebut, Diananda berhak menerima bonus Rp1 miliar per medali emas sebagaimana dijanjikan Presiden Prabowo Subianto. Dengan dua emas yang diraihnya, total bonus yang berpotensi ia terima mencapai Rp2 miliar.

Namun bagi Diananda, pencapaian ini bukan sekadar soal materi. Ia menyebut kemenangan di SEA Games 2025 sebagai hadiah istimewa bagi calon buah hatinya.

Meski kembali berjaya di SEA Games, Diananda menegaskan bahwa target terbesarnya adalah Olimpiade. Ia mengaku kemungkinan harus menepi sementara dari kompetisi besar akibat kehamilannya.

Mungkin saya akan absen di Asian Games 2026. Setelah itu, fokus utama saya adalah Olimpiade Los Angeles 2028,”

Diananda.

Darah Atlet Mengalir Sejak Kecil

Berdasarkan data NOC Indonesia, Diananda lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 16 Maret 1997. Ia telah memperkuat tim nasional panahan Indonesia sejak 2013.

Kecintaannya pada panahan tumbuh dari keluarga. Sang ibu, Ratih Widyanti, merupakan mantan atlet panahan, sementara ayahnya yang awalnya atlet pencak silat juga beralih ke cabang panahan.

Sejak duduk di kelas 2 SD, Diananda sudah terbiasa memegang busur. Pada usia tujuh tahun, ia mulai berlatih secara serius dan menimba banyak teknik dari ibunya.

Karier Diananda di level elite dimulai saat tampil di SEA Games 2013, di mana ia langsung mempersembahkan emas untuk Indonesia. Medali emas kembali diraihnya pada SEA Games Kuala Lumpur.

Salah satu pencapaian paling berkesan baginya adalah medali perak Asian Games 2018. Meski tak meraih emas, momen tersebut sangat istimewa karena Indonesia menjadi tuan rumah dan untuk pertama kalinya meraih medali nomor individual panahan di Asian Games.

Itu momen yang sangat bersejarah bagi saya. Keluarga dan teman-teman menyaksikan langsung. Rasanya luar biasa,”

kenang Anis.

Usai SEA Games 2025, Diananda kini menatap masa depan dengan tekad yang sama kuatnya. Impian masa kecilnya untuk mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade tetap menjadi tujuan utama.

Kisah Diananda Choirunisa bukan hanya tentang prestasi olahraga, tetapi juga tentang keteguhan, dedikasi, dan perjuangan seorang atlet perempuan yang menginspirasi banyak orang.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version