Kini Diusut KPK, Proyek Kereta Cepat Whoosh Sempat Diwanti-Wanti Megawati

Foto: Instagram

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri rupanya sempat mewanti-wanti pembangunan proyek kereta cepat Whoosh pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Megawati sempat menanyakan apakah akan memberikan manfaat jika proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu dilaksanakan.

Hal itu menanggapi proyek kereta cepat Whoosh yang saat ini tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saya kira Bu Mega kan sudah mengingatkan sejak awal. Ya 2015 sudah mengingatkan sejak awal, apakah itu sudah saatnya? Apakah itu akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat secara keseluruhan? Lalu bagaimana catatan-catatan yang harus diberikan terkait dengan hal itu?” ujar politikus PDIP, Esti Wijayati di sekolah partai PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

Meski pada akhirnya proyek kereta cepat cepat itu terendus rasuah, PDIP menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK selaku aparat penegak hukum (APH) yang menyelidiki dugaan adanya rasuah.

Sesuatu yang memang tuh terbukti ada korupsi disitu ya memang harus ada penindakan dari aparat penegak hukum. Saya kira tegas kalau soal itu,” tegasnya.

Dugaan adanya mark up pada proyek kereta cepat Whoosh, yang santer diperbincangkan setelah mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, ia menjelaskan ada kenaikan tiga kali lipat dari anggaran yang seharusnya sudah ditetapkan.

Namun setelahnya KPK menyatakan telah menyelidiki kasus tersebut sejak awal tahun 2025. KPK berdalih pengusutan kasus itu semula bisa laporan dari masyarakat atau analisa dari KPK sendiri.

Jadi setiap penanganan perkara di KPK, itu bisa berangkat dari pengaduan masyarakat, bisa juga berangkat dari case building yang dilakukan oleh KPK,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo.

Case building ini bisa berbasis pada data-data dan informasi yang di feeding dari pihak-pihak lain,” sambungnya.

Budi melanjutkan hingga kini penyidik KPK masih bekerja untuk menyelidiki kasus tersebut, namun ia enggan membeberkan seperti modus korupsi yang terjadi maupun saksi yang telah diperiksa.

Jadi ini masih terus dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui terkait dengan konstruksi perkara ini,” tutupnya.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version