Material Longsor Setinggi Rumah, Tim SAR Berhasil Temukan 4 Korban Baru di Taput

Kondisi kendaraan warga yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025). Berdasarkan data dari BNPB hingga Rabu (3/12) ) jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebanyak 807 jiwa, 647 jiwa orang hilang dan korban luka sebanyak 2.600 jiwa. (ANTARA FOTO/Yudi Manar/Lmo/nz)

Operasi pencarian korban bencana longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, kembali menunjukkan perkembangan penting. Tim SAR Gabungan yang dikoordinasikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan berhasil menemukan empat korban tambahan yang sebelumnya masuk daftar hilang.

Tragedi longsor ini terjadi pada Kamis, 27 November 2025, setelah hujan lebat mengguyur wilayah Adian Koting tanpa henti selama beberapa hari.

Kondisi tanah yang rapuh dan kontur lereng yang curam membuat material bebatuan, tanah, hingga pohon besar meluncur deras ke pemukiman warga dan menimbun sejumlah rumah di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara.

Begitu laporan diterima, Kantor SAR Medan langsung menurunkan satu tim rescue ke lokasi. Mereka kemudian bergabung dengan unsur gabungan meliputi TNI–Polri, BPBD, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Relawan, dan Warga setempat.

Operasi dilakukan menggunakan kombinasi teknik manual dan alat berat excavator, dengan pengawasan ketat untuk mencegah risiko runtuhan tambahan.

Evakuasi Berjalan Lancar Meski Medan Berat

Kepala Kantor SAR Medan, Hery Marantika, yang bertindak sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan membagi beberapa sektor berdasarkan pola pergerakan longsoran serta laporan warga.

Upaya itu membuahkan hasil. Empat korban ditemukan pada rentang waktu siang hingga sore hari sekitar pukul 14.42 WIB, masing-masing Nita (23), Nurhayani Nst (24), Yolanda (23), dan Erna (45). Seluruh korban langsung dievakuasi ke titik aman untuk proses identifikasi.

Hery memberikan apresiasi terhadap seluruh personel yang bekerja tanpa henti di medan ekstrem. Terlebih medan yang harus ditempuh berpotensi longsor.

Material longsor mencapai ketebalan beberapa meter dan potensi longsor susulan masih sangat tinggi. Namun, semangat dan sinergi tim di lapangan tidak pernah menurun,”

ungkapnya.

Perluasan Area Pencarian

SAR memastikan bahwa pencarian tidak berhenti sampai seluruh korban ditemukan. Dengan temuan empat korban ini, masyarakat berharap proses pencarian berikutnya dapat berjalan lancar dan korban lain segera ditemukan.

Pencarian akan dilanjutkan dengan perluasan area penyisiran. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama,”

tegas Hery.
Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Exit mobile version