Update Bencana Sumatera: 846 Meninggal Dunia, 547 Hilang

Petugas gabungan dari Basarnas dan Polri dibantu alat berat melakukan pencarian jenazah korban banjir bandang dan longsor di Desa Kalangan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (ANTARA FOTO/Yudi Manar/Lmo/nz)

Bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan duka mendalam. Ini menjadi salah satu bencana terbesar yang melanda Indonesia di tahun 2025 ini.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat 5 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 846 orang, sementara 547 lainnya dilaporkan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa operasi pencarian yang dilakukan Kamis 4 Desember 2025 menemukan peningkatan signifikan jumlah korban, terutama di wilayah Aceh.

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 48 jenazah dalam operasi yang berlangsung sejak pagi hingga petang. Penambahan tersebut menjadikan Aceh sebagai provinsi dengan jumlah korban meninggal terbanyak.

Korban meninggal bertambah menjadi 846 jiwa. Penemuan terbanyak berada di Aceh sebanyak 48 korban sehingga total korban meninggal di Aceh menjadi 325 orang,”

Abdul Muhari.

Selain Aceh, Sumatera Utara mencatat 311 korban meninggal dunia, sementara Sumatera Barat melaporkan 210 korban. BNPB memperkirakan jumlah ini masih bisa bertambah mengingat banyaknya laporan warga hilang di ketiga daerah.

547 Orang Masih Hilang, Pencarian Berlanjut

Upaya pencarian masih terus dilakukan. Total 547 warga di tiga provinsi tersebut belum ditemukan, sehingga fokus utama tim SAR adalah memperluas jangkauan pencarian ke wilayah yang sulit diakses.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat jumlah pengungsi mencapai 817 ribu orang. Mereka tersebar di berbagai titik pengungsian di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa dukungan logistik terus disalurkan melalui jalur udara maupun darat, mengingat sejumlah akses kini mulai dapat dilewati kembali.

Sebagian besar kebutuhan logistik kini bisa kami kirim, baik dari udara maupun lewat darat yang sudah berangsur pulih,”

Abdul Muhari.

†

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version