Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru terkait banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam tiga provinsi sekaligus: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jumlah korban tewas kini mencapai 962 jiwa, sementara 291 orang masih hilang dan lebih dari 5.000 warga mengalami luka-luka.
Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban yang tertimbun material longsor sejak hari pertama bencana terjadi.
Pada Senin, 8 Desember 2025, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa 40 jenazah baru ditemukan dalam satu hari.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Empati mendalam bagi seluruh keluarga korban. Hingga pukul 16.00 WIB, tim menemukan 40 jenazah,”
Abdul dalam konferensi pers virtual.
Wilayah dengan Korban Jiwa Terbanyak
BNPB merinci sejumlah titik dengan jumlah korban tertinggi Kabupaten Agam 180 korban, Aceh Utara 138 korban, dan Tapanuli Tengah 110 korban.
Abdul menegaskan bahwa tim di lapangan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban hilang dan memperkecil jumlah yang belum teridentifikasi.
Presiden Prabowo Subianto langsung meninjau beberapa lokasi terdampak, termasuk Bireuen, tempat di mana sebuah jembatan vital penghubung ke Aceh Utara terputus akibat bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengadakan Rapat Kabinet Terbatas terkait percepatan pemulihan di tiga provinsi.
Ia kemudian menunjuk KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Komandan Satgas Pemulihan Jembatan di Aceh.
Jembatan ini adalah urat nadi bagi Lintas Timur. Karena urgensinya tinggi, Presiden menugaskan Kasad untuk memimpin langsung pemulihan,”
Abdul.
Untuk mengembalikan konektivitas, pemerintah akan membangun Jembatan Bailey sebagai solusi cepat sebelum pembangunan permanen dilakukan.
Tenaga Kesehatan dan Logistik Diperkuat
BNPB juga mulai mengerahkan tenaga kesehatan tambahan ke berbagai wilayah terdampak. Posko utama kini berfokus pada distribusi bantuan makanan maupun kebutuhan non-makanan untuk warga yang masih mengungsi.
Abdul menjelaskan bahwa distribusi bantuan melalui udara memiliki batas waktu operasional hingga pukul 17.00–18.00 waktu setempat. Namun, akses darat yang mulai pulih membuat distribusi logistik lebih lancar.
Truk bantuan kini bisa mencapai enam lokasi Utama Bireuen, Pidie Jaya (2 titik), Pidie, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Dengan jalur darat terbuka, tonase bantuan yang dikirim meningkat dan jangkauan distribusi makin luas,”
Abdul.
Di Sumatera Barat, bantuan udara telah mencapai 10 sortie, dengan 70% pengiriman langsung dijatuhkan ke titik terdampak tanpa melalui posko kabupaten untuk mempercepat penanganan.
