Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, akan menyisir anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp335 triliun. Evaluasi akan dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal dan menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Purbaya mengatakan, penyisiran anggaran MBG bukan mengindikasikan bahwa ia anti program MBG. Namun, dia menginginkan agar program bisa berjalan optimal.
MBG akan kita lihat seperti apa. Saya sih nggak anti program MBG, tapi saya ingin lihat programnya berjalan secara optimal. Nanti kan kita sisir satu-satu ada nggak yang nggak optimal,”
ujar Purbaya di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Purbaya menjelaskan, bila dalam penyisiran ada anggaran yang bisa disisihkan, maka akan dialihkan untuk menekan defisit APBN hingga dipindahkan untuk program lainnya.
Ada nggak yang bisa kita sisihkan untuk entah mengurangi defisit atau kita alihkan ke program yang lebih baik,”
terangnya.
Purbaya menyoroti, realisasi program MBG tahun 2025 yang realisasinya tidak mencapai ratusan triliun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi program MBG sepanjang 2025 sebesar Rp51,5 triliun, atau 72,5 persen dari alokasi Rp71 triliun.
Untuk itu, Purbaya menilai perlu dilakukan penyesuaian perhitungan untuk tahun anggaran berjalan, sehingga realisasi di lapangan bisa lebih realistis.
Tapi kalau kita lihat record tahun lalu, yang habisnya sekian puluh triliun nggak sampai seratus kan. Kalau untuk full year tahun ini dengan penambahan yang paling manfaatnya kita bisa ukur kira-kira berapa sih. Dan kita bisa lihat paling nggak kita overview, kita lihat gitu sepertinya ada yang berlebih,”
tuturnya.
Lebih lanjut Purbaya mengaku, dalam pekan ini akan melakukan rapat internal dengan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), guna memastikan bedah anggaran dilakukan secara mendetail.
Saya akan rapat dengan anggaran minggu ini, kalau nggak besok mungkin. Kita lihat satu line by line seperti apa,”
katanya.
