Gen Z Marak Diagnosis Diri dengan AI, Psikiater: Menyesatkan

Gambar ilustrasi (Foto: Freepik)

Perkembangan teknologi dengan hadirnya kecerdasan artifisial (AI) memudahkan masyarakat untuk melalukan banyak hal. Salah satunya tren menilai kondisi kesehatan mental semakin meningkat.

Psikiater FKUI-RSCM, dr. Kristiana Siste, mengatakan banyak remaja dan dewasa muda kini bergantung pada chatbot untuk mencari tahu kepribadian hingga dugaan depresi. Ia memperingatkan bahwa praktik self-diagnosis ini berisiko menyesatkan karena AI tidak selalu mampu membaca gejala dengan benar.

AI ini kan seringkali digunakan oleh gen Z dan gen Alpha untuk menanyakan ‘Aku kepribadiannya apa? Introvert atau extrovert? Aku depresi nggak sih?”

ujar dr Kristiana dalam keterangan resminya, Senin, 8 Desember 2025. 

Dokter Kristiana mengungkapkan, beberapa pasien bahkan menjadikan AI sebagai tempat bercerita saat merasa kesepian. Minimnya komunikasi dalam keluarga membuat sebagian anak muda lebih nyaman berbagi keluhan kepada chatbot dibanding orang terdekat.

AI sebenarnya dapat membantu sebagai alat screening awal, termasuk untuk mendeteksi kecanduan internet, game, dan judi online. Tetapi hasil AI sering keliru atau berlebihan sehingga tidak boleh dijadikan dasar diagnosis,”

katanya. 

Ia menyoroti fenomena pengguna yang memposting hasil “diagnosis” dari AI ke media sosial lalu melakukan self-treatment tanpa konsultasi dokter. Hal ini justru berbahaya dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan mental.

Ketergantungan berlebih pada AI dapat membuat anak muda menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa lebih dipahami oleh chatbot,”

ucapnya

Dokter Kristiana menegaskan, AI harus digunakan secara bijak sebagai pendukung, bukan pengganti tenaga profesional. Pendampingan orang tua diperlukan agar penggunaan teknologi ini tidak menggeser komunikasi di rumah.

AI bagus jika digunakan bersama-sama oleh keluarga. Orang tua harus mengerti dulu lalu mengajak anaknya berinteraksi bersama,”

tegasnya.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Exit mobile version