Mengenal Ptosis, Kondisi Wajah Wapres Gibran Disinggung Pandji Pragiwaksono

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Foto: Instagram/@gibran_rakabuming)

Baru-baru ini, Komika Pandji Pragiwaksono menjadi perbincangan setelah melontarkan sindiran soal mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam tayangan Netflix yang diambil dari pertunjukan stand-up comedy Pandji berjudul Mens Rea di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Candaan nuansa politik itu muncul saat Pandji membahas soal gaya pemilihan dalam Pilpres 2024. Ia menyebut banyak masyarakat yang menentukan pilihan berdasarkan penampilan.

Ia pun menyebut satu per satu tokoh yang menjadi kandidat presiden kala itu, mulai dari Ganjar yang dipilih karena dianggap tampan, Anies yang berpenampilan manis, Prabowo yang disebut gemoy, hingga Gibran yang ia gambarkan seperti orang tertidur.

Ucapan itu disampaikan dengan intonasi bercanda dan berhasil memancing gelak tawa ribuan penonton.

Namun, candaan tersebut mendapat tanggapan dari dokter bedah kecantikan sekaligus musisi, Tompi.

Melalui akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, pada Minggu 4 Januari 2026, mengungkapkan kekecewaannya terhadap materi stand up Pandji yang dianggap tidak pantas karena mengolok-olok fisik orang nomor 2 di Indonesia itu.

Kemudian Tompi menjelaskan kondisi wajah Wapres Gibran merupakan suatu kondisi yang dalam dunia medis dikenal dengan Ptosis.

Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis atau suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,”

kata Tompi.

Lantas apakah sebenarnya ptosis itu? Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Selasa 6 Desember 2026.

Apa Itu Ptosis?

Ptosis atau blepharoptosis merupakan kondisi ketika salah satu atau kedua kelopak mata bagian atas turun atau kendur dari posisi normalnya. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga fungsi penglihatan.

Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja. Dampaknya dapat menurunkan kualitas penglihatan dan bisa memengaruhi rasa percaya diri.

Menurut study yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine disebutkan bahwa penyebab ptosis adalah adanya riwayat cedera, penuaan, hingga kondisi medis tertentu yang membuat kelopak mata seseorang jadi turun.

Tingkat keparahan dari konfisi ptosis ini berbeda-beda setiap orang, ada yang kelopak mata hanya turun sedikit hingga cukup parah sampai menutupi pupil.

Jenis-Jenis Ptosis

Dilansir dari Cleveland Clinic, Selasa 6 Januari 2026, Ptosis dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Ada dua jenis Ptosis, yakni Ptosis kongenital dan Ptosis yang didapat.

  • Ptosis kongenital

Ptosis kongenital adalah kondisi yang dibawa sejak lahir. Hal ini terjadi karena permasalahan pada perkembangan pada otot levator palpebra superior, yaitu otot utama yang mengangkat kelopak mata.

  • Ptosis yang didapat

Kondisi ini terjadi pada orang dewasa hingga lanjut usia. Hal ini terjadi ketika otot levator melemah atau terpisah dari kelopak mata.

Gejala Ptosis

Kondisi ptosis bisa dilihat saat kelopak matanya nampak turun dan menutupi sebagian atas mata atau hingga menutupi seluruh pupil. Adapun gejala Ptosis, meliputi:

  • Menggosok mata secara berlebihan.
  • Peningkatan robekan.
  • Penglihatan menurun atau terganggu.
  • Rasa lelah dan nyeri di sekitar mata.
  • Untuk anak-anak akan mengadah saat melihat karena kelopak matanya menutupi sebagian matanyax

Penyebab Ptosis

Penyebab Ptosis sebenarnya bergantung pada jenisnya. Beberapa bayi lahir dengan Ptosis pada satu atau kedua kelopak mata (Ptosis kongenital).

Ptosis dapat terjadi di kemudian hari (Ptosis yang didapat) jika otot atau ligamen yang biasanya mengangkat kelopak mata melemah akibat cedera atau penyakit.

Terkadang, kelopak mata yang kendur disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengontrol otot kelopak mata.

Penyakit dan kondisi yang dapat menyebabkan Ptosis meliputi:

  • Bintik mata
  • Sindrom Horner
  • Miastenia gravis
  • Stroke
  • Tumor
  • Oftalmoplegia eksternal

Cara Mengatasi Ptosis

Cara mengatasi ptosis bisa dilakukan dengan pengobatan. Namun pengobatan ini biasanya bergantung pada seberapa baik fungsi otot kelopak mata pasien.

Jika kondisi tersebut tidak memengaruhi penglihatan dan penampilannya tidak mengganggu, pasien mungkin tidak memerlukan perawatan sama sekali.

Namun jika Ptosis menyebabkan masalah pada penglihatan, penampilan, atau keduanya, spesialis perawatan mata mungkin akan merekomendasikan perawatan.

Adapun perawatan untuk menangani Ptosis, yakni:

  • Operasi Ptosis

Operasi ptosis dilakukan di bawah anestesi lokal dengan sedasi (pasien tetap sadar tetapi tidak merasakan prosedurnya). Jenis operasi untuk memperbaiki kelopak mata yang kendur meliputi hal-hal berikut:

Dokter bedah Anda akan membuat sayatan kecil di kulit kelopak mata atas pasien. Ini memungkinkan dokter bedah untuk menemukan otot kecil yang mengangkat kelopak mata.

Dokter bedah akan menjahit untuk mengencangkan otot ini dan mengangkat kelopak mata pasien. Sayatan di kulit kelopak mata kemudian ditutup dengan jahitan tambahan.

Setelah operasi, dokter bedah akan menjelaskan cara merawat mata. Penting untuk kembali ke dokter setelah operasi agar dapat memeriksa hasilnya.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version