Ahmed al-Sharaa Desak Putin Serahkan Bashar al-Assad

Foto: Instagram Ahmed al-Sharaa

Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Moskow, Rusia, pada Rabu (15/10/2025).

Dalam pertemuan bersejarah ini, Sharaa dikabarkan akan meminta langsung kepada Presiden Vladimir Putin agar menyerahkan Bashar al-Assad, mantan penguasa Suriah yang kini bersembunyi di Rusia setelah digulingkan dari kekuasaan.

Menurut laporan eksklusif AFP, seorang pejabat tinggi pemerintahan Suriah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, Sharaa akan membawa pesan tegas kepada Kremlin.

Presiden Sharaa akan meminta Presiden Rusia menyerahkan semua individu yang terlibat dalam kejahatan perang dan kini berlindung di Rusia, terutama Bashar al-Assad,” ujarnya, Rabu (15/10).

Bashar al-Assad, yang memerintah Suriah selama lebih dari dua dekade, resmi digulingkan pada Desember tahun lalu setelah serangkaian demonstrasi besar dan konflik internal yang menewaskan ribuan warga sipil.

Setelah kehilangan kekuasaan, Assad disebut melarikan diri ke Rusia, negara sekutunya sejak awal perang sipil meletus pada 2011.

Sumber diplomatik menyebut, Assad kini tinggal di Moskow dengan pengawalan ketat, sementara pemerintah baru Suriah tengah menuntut pertanggungjawaban hukum atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan selama masa pemerintahannya.

Misi Diplomatik Sharaa di Moskow

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa Sharaa melakukan kunjungan resmi untuk membangun hubungan baru dengan Rusia setelah perubahan pemerintahan di Damaskus.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas, hubungan bilateral antara Rusia dan pemerintahan baru Suriah, penguatan kerja sama ekonomi dan investasi, status pangkalan militer Rusia di Tartus dan Hmeimim, dan proses ekstradisi Bashar al-Assad dan kroninya.

Pertemuan ini juga akan menyoroti peran Rusia dalam mendukung stabilitas dan rekonstruksi Suriah pasca perang,” tulis SANA.

Rusia dikenal sebagai sekutu paling setia Assad selama 14 tahun konflik Suriah. Selain memberi dukungan diplomatik di Dewan Keamanan PBB.

Rusia juga melakukan intervensi militer besar-besaran pada 2015, termasuk serangan udara ke wilayah oposisi yang saat itu memperkuat posisi Assad di pemerintahan.

Namun kini, setelah rezim Assad tumbang, hubungan kedua negara memasuki babak baru. Pemerintah transisi Suriah di bawah Sharaa ingin menjalin hubungan damai dengan Rusia tanpa bayang-bayang pemerintahan lama.

Sharaa Serukan Keadilan bagi Korban Perang

Dalam pidatonya sebelum berangkat ke Rusia, Sharaa menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen menegakkan keadilan bagi jutaan warga Suriah yang menjadi korban perang saudara.

Tidak ada perdamaian sejati tanpa keadilan. Siapa pun yang terlibat dalam pembunuhan warga sipil harus diadili, termasuk Bashar al-Assad,” tegasnya di Damaskus.

Sharaa juga menambahkan bahwa pemerintah transisi Suriah tidak bermaksud memutus hubungan dengan Rusia, melainkan ingin memulai hubungan baru yang lebih seimbang dan berdaulat.

Share This Article
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version