Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang paru-paru, namun tidak jarang pula bakteri dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya.
Penyakit TB seringkali datang dengan membawa penyakit laina. Salah satunya peningkatan kadar asam urat. Lantas apa penyebab meningkatnya asam urat pada penderita TB?
Dokter Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) menjelaskan ada beberapa obat TB yang berisiko meningkatkan kadar asam urat.
Salah satunya adalah obat FDC (Fixed Dose Combination) atau yang sering disebut sebagai obat merah. Obat ini mengandung empat jenis obat dalam satu tablet, maka perlu diwaspadai efek sampingnya.
Dalam beberapa kasus, dokter akan mengganti obat tersebut dengan obat lepasan terpisah, seperti Rifampicin, Isoniazid, Ethambutol, dan Pyrazinamide,” ujar dr Erlina Burhan dalam cuitannya di X @erlinaburhan, Senin (27/10/2025).
Dokter Erlina menambahkan bila pasien mengalami gejala nyeri sendi atau kesulitan berjalan, dokter biasanya akan menghentikan sementara penggunaan Pyrazinamide hingga kondisi pasien membaik.
Namun, jika peningkatan asam urat terjadi tanpa gejala yang mengganggu, dokter biasanya akan tetap melanjutkan pengobatan dan menambahkan obat Hepatoprotektor untuk melindungi organ hati.
Jadi, meskipun peningkatan asam urat bisa terjadi, bukan berarti pengobatan TB harus terhenti. Dokter akan memastikan penanganan yang tepat agar pengobatan TB tetap efektif tanpa menambah masalah lain,” tandasnya.
