Kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Jawa Barat tercatat mencapai 81.864 kasus dalam kurun waktu lima bulan pertama 2025. Angka tersebut bagian dari estimasi 234 ribu kasus TBC di provinsi tersebut.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Oktavianus mengatakan kunci percepatan ada pada penemuan kasus aktif di lapangan.
Pertemuan ini menyoroti kebutuhan untuk memperkuat penemuan kasus aktif (ACF), pemerataan penggunaan mobile X-ray dan TCM, serta pentingnya penanganan stigma yang masih melekat pada TB dan kusta,”
ujar dr Benjamin atau yang akrab disapa dr Benny dalam keterangan resminya, Senin (17/11/2025).
Dokter Benny juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) yang memperkuat layanan primer dan meningkatkan kapasitas puskesmas.
Strategi berbasis komunitas ini harus semakin agresif agar penemuan kasus tidak lagi tertinggal dari estimasi beban TBC di lapangan,”
jelasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pihaknya terus berkomitmen untuk menggerakkan seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit TBC.
Pemprov Jabar tengah menyiapkan pengumuman resmi kepada seluruh masyarakat Jawa Barat sebagai bentuk ajakan bersama untuk meningkatkan kewaspadaan, memanfaatkan layanan skrining, dan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan pengobatan,”
ujar pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini.
Ia juga mengundang Wamenkes untuk hadir dalam kegiatan lapangan provinsi dalam waktu dekat. Menurutnya, momentum ini akan menjadi dorongan besar untuk menyatukan langkah menghadapi TBC dan kusta secara terpadu.
Dedi mengakui, capaian pengobatan TBC di Jawa Barat masih tertinggal. Keberhasilan terapi TBC Sensitif Obat baru mencapai 80 persen dari target nasional 90 persen.
Untuk TBC resisten obat, baru 1.063 kasus yang tertangani dari target 2.866, menunjukkan kesenjangan besar yang harus segera dibereskan. Beban TBC juga diperparah komorbid,”
paparnya.
Diketahui, Jawa Barat mencatat 4.763 pasien TB dengan Diabetes Mellitus (DM) dan 1.165 pasien dengan HIV, dengan angka kematian mencapai 2.294 jiwa. Angka ini memperkuat posisi Jabar sebagai episentrum TBC nasional.
