Puluhan Ribu Warga Jabar Tumbang Diserang TBC, KDM Akui Hal Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berfoto dengan warga terdampak penutupan operasional tambang saat pemberian bantuan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyalurkan dana kompensasi sebesar Rp3 juta kepada 9.300 warga di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah awal pemulihan ekonomi setelah penutupan tambang diberlakukan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar)

Kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Jawa Barat tercatat mencapai 81.864 kasus dalam kurun waktu lima bulan pertama 2025. Angka tersebut bagian dari estimasi 234 ribu kasus TBC di provinsi tersebut. 

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Oktavianus mengatakan kunci percepatan ada pada penemuan kasus aktif di lapangan. 

Pertemuan ini menyoroti kebutuhan untuk memperkuat penemuan kasus aktif (ACF), pemerataan penggunaan mobile X-ray dan TCM, serta pentingnya penanganan stigma yang masih melekat pada TB dan kusta,”

ujar dr Benjamin atau yang akrab disapa dr Benny dalam keterangan resminya, Senin (17/11/2025). 

Dokter Benny juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) yang memperkuat layanan primer dan meningkatkan kapasitas puskesmas. 

Strategi berbasis komunitas ini harus semakin agresif agar penemuan kasus tidak lagi tertinggal dari estimasi beban TBC di lapangan,”

jelasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pihaknya terus berkomitmen untuk menggerakkan seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit TBC.

Pemprov Jabar tengah menyiapkan pengumuman resmi kepada seluruh masyarakat Jawa Barat sebagai bentuk ajakan bersama untuk meningkatkan kewaspadaan, memanfaatkan layanan skrining, dan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan pengobatan,”

ujar pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini.

Ia juga mengundang Wamenkes untuk hadir dalam kegiatan lapangan provinsi dalam waktu dekat. Menurutnya, momentum ini akan menjadi dorongan besar untuk menyatukan langkah menghadapi TBC dan kusta secara terpadu.

Dedi mengakui, capaian pengobatan TBC di Jawa Barat masih tertinggal. Keberhasilan terapi TBC Sensitif Obat baru mencapai 80 persen dari target nasional 90 persen.

Untuk TBC resisten obat, baru 1.063 kasus yang tertangani dari target 2.866, menunjukkan kesenjangan besar yang harus segera dibereskan. Beban TBC juga diperparah komorbid,”

paparnya.

Diketahui, Jawa Barat mencatat 4.763 pasien TB dengan Diabetes Mellitus (DM) dan 1.165 pasien dengan HIV, dengan angka kematian mencapai 2.294 jiwa. Angka ini memperkuat posisi Jabar sebagai episentrum TBC nasional.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Exit mobile version