SMAN 72 Diberi Kebebasan Tentukan Sistem Belajar Pasca Ledakan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Istimewa)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengatakan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 72 Jakarta sudah bisa kembali normal. Namun ia memberi kebebasan kepada pihak sekolah sistem seperti apa yang akan dijalankan pasca ledakan.

Sekarang ini proses belajar-mengajarnya apabila dilakukan secara langsung, sebenarnya sudah bisa. Kami memberikan kebebasan sepenuhnya kepada sekolah,”

ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Menurut Pramono, saat ini pihaknya memberlakukan belajar secara daring. Namun ternyata, sebagian siswa justru ingin kembali belajar di sekolah. 

Kemarin memang saya minta untuk daring dan ternyata memang sebagian murid itu malah ingin secara langsung,” 

katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan pihaknya akan terus menjaga kesehatan mental para pendidik utama untuk meningkatkan kualitas hidup peserta didik. Salah satu caranya adalah dengan memberikan ruang dan menumbuhkan rasa aman serta nyaman kepada peserta didik.

Kami berupaya mengharmonisasi semua elemen, mulai dari sekolah, rumah, dan masyarakat yang menjadi satu kesatuan dalam memberikan pendidikan berfokus pada anak-anak,”  

ujar Nahdiana.

Dia menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 38/SE/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Keamanan di Satuan Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang berfokus untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang aman, tertib, nyaman, kondusif dan efektif.

Pertama, sambung Nahdiana, akan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kemudian memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan bekerja sama antarwarga sekolah tanpa membedakan latar belakang, suku, agama, ras maupun status sosial.

Serta tidak mudah percaya dan terprovokasi pada hal yang dapat membahayakan keamanan,”

terangnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada guru atau wali kelas dan orang tua agar memberikan pendampingan kepada peserta didik dengan aman, nyaman, sehat secara fisik maupun mental.

Tujunnya agara anak-anak tetap fokus dalam mengikuti kegiatan belajar, serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara orang tua/wali murid, masyarakat dan pihak terkait dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar,”

pungkasnya.

Sebelumnya, SMAN 72 Jakarta sempat menerapkan pembelajaran daring pada Senin (10/11/2025), pasca insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11/2025), tepatnya saat siswa dan guru sedang menjalankan ibadah shalat Jumat di mushala sekolah tersebut. Kejadian itu menyebabkan mengakibatkan 96 orang luka-luka.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Exit mobile version