Ditreskrimum Polda Metro Jaya mencokok pelaku pembakaran puluhan kios di Kalibata, Jakarta Selatan. Aksi pembakaran itu buntut dari dua matel atau debt collector tewas dikeroyok enam orang anggota Polri.
Penyelidikan kasus tersebut disampaikan oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin dalam rilis akhir tahun (RAT) 2025 di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Desember 2025.
Kami infokan, bahwa pelaku pembakarannya kami sudah melakukan penangkapan dan sedang dalam proses pengembangan terhadap tersangka lainnya,”
ungkap Iman dalam paparannya.
Kata Iman, penyidik masih mengembangkan kasus tersebut hingga ke rekan-rekan pelaku yang diduga ikut terlibat. Pengembangan juga tidak menutup kemungkinan mencari biang keladi pembakaran puluhan kios tersebut. Meski demikian, Iman tidak menyampaikan jumlah terduga pelaku yang telah diamankan.
Sepanjang tahun 2025, Iman melanjutkan, telah mengungkapkan 250 kasus premanisme dengan total 348 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ada dua kasus premanisme yang sempat mentereng di hadapan publik, yakni kasis pendudukan lahan parkir di RSUD Tangerang Selatan dan pemerasan pedagang di Pasar SGC.
Dua kejadian ini sudah dilakukan penegakan hukum dan sudah mendapatkan kepastian hukum,”
ujarnya.
Selama penertiban kasus premanisme, Polda Metro Jaya bergerak bersama dengan TNI, Satpol PP, dan unsur masyarakat lain. Tim gabungan ini guna menjaga kondusifitas di daerah yang rawan terjadi aksi premanisme.
Dampak positif yang diharapkan penindakan hukum terhadap premanisme, terciptanya lingkungan yang lebih aman dan nyaman terutama di ruang publik area perbelanjaan dan kawasan usaha yang sebelumnya rawan aksi premanisme, pemerasan, dan intimidasi,”
tutup Iman.
