Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu, 28 Januari 2026, mengakibatkan meningkatnya status sejumlah pintu air dan bendung ke level Waspada atau Siaga 3. Kondisi ini berdampak pada munculnya genangan di sejumlah wilayah ibu kota.
Berdasarkan laporan terbaru hingga Kamis 29 Januari 2026 pukul 04.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat adanya genangan di 18 Rukun Tetangga (RT).
Kenaikan debit air terjadi secara bertahap di beberapa titik pengendali banjir, di antaranya Bendung Katulampa yang berstatus Waspada/Siaga 3 sejak Rabu (28/1) pukul 06.00 WIB. Status serupa juga tercatat di Pos Sunter Hulu pada waktu yang sama.
Sementara itu, Pos Pesanggrahan mencapai status Waspada/Siaga 3 pada Rabu (28/1) pukul 17.00 WIB, disusul Pos Angke Hulu pada pukul 19.00 WIB.
Pada Kamis dini hari, Pintu Air Manggarai berstatus Waspada/Siaga 3 pukul 01.00 WIB dan Pintu Air Karet menyusul pada pukul 03.00 WIB.
Sebaran Wilayah Terdampak di Jakarta Selatan
BPBD mencatat Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah terdampak dengan total 4 RT tergenang. Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Rawajati 1 RT, Kelurahan Pejaten Timur 3 RT.
Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Genangan disebabkan oleh curah hujan tinggi yang disertai luapan Kali Ciliwung.
Wilayah Jakarta Timur menjadi area dengan dampak paling signifikan, total 14 RT terdampak genangan.
Jakarta Timur terdapat 14 RT, yang terdiri dari Kelurahan:
- Kelurahan Bidara Cina tedapat empat RT
- Kelurahan Kampung Melayu terdapat empat RT
- Kelurahan Cawang terdapat lima RT
- Kelurahan Cililitan terdapat satu RT
Ketinggian air mencapai 110 sampai 150 cm. Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan kali ciliwung,”
ujar kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Yohan dalam keterangannya.
Jakarta Barat terdapat tiga RT, yakni Kelurahan Kedoya Selatan dengan ketinggian air 30 cm. Genangan air ini disebabkan curah hujan tinggi dan luapan kali pesanggrahan.
Sedangkan Kelurahan Rawajali satu RT dan Kelurahan Pejaten Timur tiga RT sudah surut,”
tambahnya.
Sementara itu, 2 ruas jalan tergenang data wilayah terdampak sebagai berikut:
- Jl. Raden Inten II, Kel. Duren Sawit, Kec. Duren Sawit Jakarta Timur
Ketinggian: 25 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi - Jl. Cileduk Raya, Kel. Cipulir, Kec. Kebayoran Lama Jakarta Selatan
Ketinggian: 10 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi
BPBD Kerahkan Personel, Genangan Cepat Surut
Sebagai langkah penanganan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan genangan, pengecekan fungsi saluran air, serta koordinasi dengan lurah dan camat setempat.
Selain itu, BPBD juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu secepatnya.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah rawan banjir. Warga diminta berhati-hati dalam beraktivitas dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat.
Genangan ditargetkan surut dalam waktu yang cepat.
Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,”
tutup Yohan.
