Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan ribuan hektar lahan, untuk ditanami komoditas pangan guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan pangan bagi Satuan-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan lahan-lahan milik TNI AD nantinya akan ditanami sayuran hingga buah-buahan.
Saya sudah memerintahkan para prajurit untuk menanam bahan pangan, sayuran, dan buah-buahan di lahan-lahan milik TNI AD, untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (BGN),” ujar Maruli dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).
Selain itu, Maruli juga telah memerintahkan para prajuritnya untuk beternak ayam, terutama ayam petelur. Menurutnya, beternak ayam dinilai lebih mudah dibandingkan dengan ayam pedaging, dan lebih cepat dipanen.
Saya juga sudah memerintahkan kepada Kodim-Kodim untuk beternak ayam,” jelasnya.
Maruli menuturkan, sejak 3 bulan lalu sudah diperkirakan harga pangan akan melonjak akibat naiknya jumlah permintaan daging dan telur ayam, serta sayuran dan buah-buahan.
Hal ini sejalan dengan pertambahan jumlah SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.
Untuk itu, Maruli sudah menginstruksikan jajarannya untuk menanami lahan milik TNI-AD dengan berbagai tanaman pangan, sayuran, hingga buah-buahan.
Adapun lahan yang akan ditanam bahan pangan diantaranya lahan seluas 206 hektar di Gunung Hejo, Purwakarta; 300 hektar lahan di Takokak, Cianjur; 100 hektar di Puslatpur Baturaja, Lampung; 50 hektar di Pengalengan, Kabupaten Bandung; 600 hektar di Ciemas, Sukabumi; dan 60 hektar tanah di Cibenda, Sukabumi.
Kami juga mendidik ratusan petani muda untuk mengelola lahan pertanian itu,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati mengakui bertambahnya jumlah dapur MBG akan memicu kenaikan harga.
Dia berharap, dengan ikutnya TNI dalam menyiapkan lahan akan membuat pasokan bahan pangan ke SPPG tercukupi, sehingga harga pangan akan stabil.
Kami sangat berterima kasih atas inisiatif TNI-AD dalam memperkuat pasokan bahan pangan untuk mendukung program MBG,” tutur Nanik.
Di samping itu, Nanik menyarankan agar TNI tak hanya menanam bahan makanan pokok dan sayuran, melainkan ikut menanam buah yang dibutuhkan dapur-dapur MBG.
Sebab, selain mudah dibudidayakan, pisang bisa dipanen dalam waktu yang relative singkat, dan menjadi salah satu menu buah MBG yang aman,” katanya.
Harga Pangan Naik
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui naiknya inflasi volatile food atau harga pangan bergejolak pada September 2025 disebabkan oleh akselerasi percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada September 2025 kenaikan harga pangan, yang tercermin dalam inflasi volatile food sebesar 6,44 persen secara year on year (yoy), atau diatas target inflasi umum sebesar 2,5 plus minus 1 persen.
Memang ada daerah-daerah tertentu yang misalnya di Papua harga komoditas tertentu yang naik, tapi ada yang turun. Dan itu juga memang terakhir ini kan di akselerasi percepatan makan bergizi gratis itu luar biasa,” ujar Zulhas dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Selasa (28/10/2025).
