Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan keprihatinan terkait penjarahan di sejumlah minimarket dan Gudang Bulog Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Ia pun menyoroti terkait stok cadangan logistik di wilayah tersebut, hingga membuat masyarakat melakukan penjarahan.
Kalau buffer stock (strategi pengelolaan inventori yang penting untuk menjaga ketersediaan produk dan mengurangi risiko kehilangan barang, red) di lokasi ini yang paling paham tentu saja pemerintah daerah, kami di BNPB sebenarnya untuk seluruh kabupaten kota itu untuk bantuan sorti pertama itu sudah menjangkau seluruh daerah di tiga provinsi,”
ujar Muhari kepada owrite, Senin 1 Desember 2025.
Nah penebalan-penebalan bantuan ini misalkan di daerah-daerah yang kemudian buffer stock pangannya sudah menipis ini akan menjadi prioritas kita untuk distribusi logistik pada hari berikutnya,”
sambungnya.
Muhari menjelaskan, setiap malam pukul 08.00 sampai pukul 09.00 WIB, pihaknya selalu mengadakan zoom meeting dengan kepala daerah di seluruh kabupaten kota terdampak di tiga provinsi. Tujuannya untuk mengetahui kondisi-kondisi yang terkait dengan logistik dasar masyarakat terdampak.
Ini baik logistik permakanan maupun logistik non permakanan. Nah kalau ada kondisi buffer stock yang mulai menipis maka ini menjadi prioritas pengiriman logistik pada hari berikutnya,”
jelasnya.
Ia mengakui, pada satu hari sebelum terjadi penjarahan, pihaknya mengetahui adanya laporan penurunan buffer stock di Sibolga. Dan sebenarnya untuk satu hari sebelum itu sudah ada tiga sorti heli yang menurunkan bantuan ke Sibolga.
Tetapi memang kondisi-kondisi dinamika di lapangan kami tentu juga tidak mengetahui secara detail, tapi kita harapkan kondisi ini tidak terjadi lagi karena pada hari berikutnya kita juga sudah mesupply tiga sorti lagi dukungan logistik dengan menggunakan heli ke Sibolga,”
terangnya.
Menurut Muhari, pemberian logistik ke wilayah terdampak akan terus dilakukan agar benar-benar ketersediaan buffer stock di Sibolga cukup.
Paling tidak memenuhi masyarakat terdampak saat ini,”
tandasnya.
Diketahui, baru-baru ini viral di media sosial video yang menunjukkan puluhan warga terdampak banjir dan longsor menjarah memasuki Gudang Bulog Sarudik di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu 29 November 2025.
Dalam rekaman video yang beredar, warga nampak berdesakan masuk ke area gudang dan membawa keluar sejumlah karung beras serta minyak goreng. Beberapa anak juga tampak ikut mengangkut karung beras dari dalam gudang.
Kejadian tersebut juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, sekelompok warga mengambil barang dari sejumlah minimarket di wilayah itu usai banjir dan longsor.
