Wamen ESDM Bantah Tudingan Banjir Sumut karena Aktifitas Tambang Emas

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung Saat Doorstop di Kementerian ESDM. (Foto: owrite/Iren)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi adanya isu terkait pembalakan liar buntut bencana banjir di Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan mengecek isu tersebut di lapangan.

Oh ya. Ini dicek di lapangan. Besok Pak Menteri akan lihat dari atas besok,”

kata Yuliot pada wartawan usai rapat tertutup di Kementerian ESDM, Senin 1 Desember 2025.

Selain itu, Yuliot juga membantah adanya tudingan dari aktivis yang mengkaitan bencana tersebut dengan aktivitas tambang emas di Sumatera Utara.

Ya, katanya wilayah kerjanya jauh,”

ungkap Yuliot.

Sementara itu, menurut Data Kementerian ESDM yang diolah Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) memperlihatkan bahwa Sumatera telah diperlakukan sebagai zona pengorbanan untuk tambang minerba.

Terdapat sedikitnya 1.907 wilayah izin usaha pertambangan minerba aktif dengan total luas 2.458.469,09 hektare.

Kepadatan izin ini terkonsentrasi di Bangka Belitung (443 izin), Kepulauan Riau (338), Sumatera Selatan (217), Sumatera Barat (200), Jambi (195), dan Sumatera Utara (170).

Sementara provinsi lain seperti Lampung, Bengkulu, Aceh, dan Riau juga dijejali puluhan hingga ratusan izin di darat maupun laut.

Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Exit mobile version