Fenomena pengibaran bendera putih terlihat di sejumlah ruas jalan utama Aceh pascabanjir besar yang melanda beberapa wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Aksi itu dimaknai sebagai simbol keputusasaan warga yang merasa penanganan bencana berjalan lambat, sekaligus seruan agar dunia internasional ikut membantu penanggulangan bencana di Aceh dan Sumatera.
Fenomena bendera putih itu viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter). Sejumlah akun mengunggah foto dan video bendera putih yang dikibarkan di pinggir jalan, jembatan, hingga depan permukiman warga terdampak banjir.
Dikutip Owrite.id pada Rabu 17 Desember 2025, salah satu unggahan yang ramai jadi perbincangan datang dari akun X @neVerAl0nely___ yang menuliskan bahwa bendera putih menjadi tanda warga sudah “menyerah” menghadapi kondisi yang tak kunjung membaik.
Unggahan serupa juga dibagikan akun @MariaAlkaff_, yang menyebut bendera putih sebagai bentuk harapan agar perhatian internasional tertuju ke Aceh. Dalam narasinya, akun tersebut menilai skala bencana yang terjadi membutuhkan dukungan lebih luas, tidak hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah maupun nasional.
Hingga kini, usai banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ribuan warga mengungsi. Akses ke beberapa daerah dilaporkan masih terputus akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan. Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya distribusi bantuan logistik, termasuk pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Sejumlah warga menyebut pengibaran bendera putih bukan bentuk perlawanan, melainkan ekspresi keputusasaan. Mereka berharap simbol tersebut dapat menjadi alarm darurat agar bantuan kemanusiaan segera ditingkatkan, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional.
Kalau pemerintah tak mampu mengatasi bencana alam termasuk pemulihannya, memang baiknya membuka akses internasional untuk membantunya. Semoga para korban mendapatkan bantuan cepat dari siapapun, karena ini menyangkut nyawa manusia,”
tulis akun @orideos dalam kolom komentar unggahan tersebut.
Fenomena ini mengingatkan pada praktik pengibaran bendera putih dalam konteks kemanusiaan internasional, yang kerap digunakan sebagai tanda darurat atau permintaan bantuan saat masyarakat sipil berada dalam kondisi krisis berat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah Aceh maupun pemerintah pusat terkait fenomena bendera putih tersebut. Namun sebelumnya, pemerintah menyatakan terus berupaya mempercepat penanganan banjir melalui penyaluran bantuan logistik, perbaikan infrastruktur darurat, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Di tengah berbagai upaya tersebut, berkibarnya bendera putih di jalan-jalan Aceh menjadi potret nyata kelelahan dan kecemasan warga. Simbol sederhana itu kini menjelma menjadi pesan kuat bahwa sebagian masyarakat merasa berada di titik paling rapuh dan membutuhkan perhatian yang lebih besar, segera, dan nyata.
