Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menaruh perhatian serius terhadap kondisi ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah.
Kekhawatiran itu disampaikannya saat Kunjungan Kerja Panja Komisi XII bersama PT Pertamina Patra Niaga di Batam, Kepulauan Riau.
Dalam kunjungan tersebut, Bambang mengaku prihatin melihat potensi kelangkaan BBM di beberapa daerah, khususnya di wilayah MOR 2.
Berdasarkan paparan data PT Pertamina Patra Niaga terkait ketahanan stok BBM regional, terlihat bahwa MOR 2 (Palembang) memiliki tingkat ketersediaan BBM yang jauh lebih rendah dibandingkan wilayah lain seperti Jakarta, Medan, Balikpapan, Makassar, Surabaya, Semarang, hingga Jayapura.
Saya mengkritisi terkait dengan ketahanan stok, dimana kita melihat pada MOR 2 itu paling rendah se Indonesia, jadi kita bandingkan data di bulan Desember itu sangat mengkwatirkan dan dengan data hari ini agak mendingan tapi tetap stok BBM pada MOR 2 paling rendah se-Indonesia dibandingkan 8 MOR lainnya,”
ujarnya Bambang.
Jaga Pasokan BBM
Politisi Fraksi Golkar itu menegaskan bahwa persoalan ketahanan stok BBM harus menjadi perhatian utama Pertamina.
Ia meminta perusahaan pelat merah tersebut tidak lengah menghadapi potensi lonjakan konsumsi.
Untuk itu kami meminta kepada Pertamina agar memperhatikan terkait dengan persoalan ketahanan BBM ini,”
sambungnya.
Bambang menekankan bahwa ketersediaan BBM di masyarakat bersifat sangat mendesak, mengingat Indonesia akan segera memasuki rangkaian hari besar nasional dan keagamaan.
Ia menyebut, dalam waktu dekat masyarakat akan menghadapi Tahun Baru Imlek, bulan Ramadan, dan Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas dan konsumsi energi.
Karena di depan mata ada beberapa hari besar yang akan masyarakat jalani, yang pertama itu adalah Imlek, dua tiga hari kemudian bulan puasa lalu setelah itu idul fitri,”
tambahnya.
Pelayanan Ditingkatkan, Antrean Dicegah
Menurut Bambang, wilayah MOR 2 membutuhkan perhatian ekstra agar masyarakat tidak terdampak kelangkaan.
Ia berharap Pertamina dapat meningkatkan kualitas layanan dan distribusi BBM maupun LPG.
Kami berharap pelayanan Pertamina kepada masyarakat itu dapat ditingkatkan, kita tidak ingin terjadi kelangkaan-kelangkaan yang menyebabkan antrian-antrian baik BBM ataupun LPG 3 Kg,”
katanya.
Menutup pernyataannya, Bambang menyampaikan harapan agar masalah lemahnya ketahanan stok BBM bisa segera diselesaikan. Ia menegaskan Komisi XII DPR RI akan terus melakukan pengawasan langsung.
Sebagai bentuk kontrol lanjutan, Komisi XII dijadwalkan kembali melakukan kunjungan kerja bersama Pertamina pada 12 Februari 2026.
