Timnas Indonesia U-22 terus mematangkan persiapan menuju SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand pada 5–20 Desember mendatang. Meski skuad racikan Indra Sjafri sudah terlihat menjanjikan, sejumlah catatan penting dinilai masih perlu dibenahi.
Legenda Timnas Indonesia sekaligus pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, memberikan pandangannya terkait tim yang tengah dipersiapkan Pelatih Indra Sjafri. Menurutnya, Garuda Muda tidak boleh terlalu bergantung pada pemain-pemain keturunan yang bermain di luar negeri.
Ia menegaskan, bahwa SEA Games bukan kompetisi resmi FIFA sehingga klub-klub luar negeri sangat mungkin menolak melepas pemainnya.
Ivar Jenner memang memainkan peran besar dan memberikan warna yang berbeda. Tapi saya berharap Timnas tidak sepenuhnya mengandalkan pemain abroad,”
ujar Supriyono kepada owrite.id, Kamis (20/11/2025).
Peran Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra
Dalam skuad saat ini, beberapa nama abroad seperti Ivar Jenner, Dion Marx, dan Mauro Zijlstra menjadi pilar penting. Ivar dikenal sebagai pengatur tempo permainan, sementara Zijlstra terbukti tajam sebagai penyerang.
Supriyono menilai kehadiran para pemain tersebut memberikan kekuatan ekstra dalam upaya Indonesia mengejar medali emas.
Ivar itu pembeda. Kontribusinya sangat terasa dalam permainan Timnas U-22. Sayangnya, kalau klub mereka tidak mengizinkan, tentu menjadi kerugian besar. Apalagi mereka punya potensi besar untuk bersaing di level tertinggi,”
ucap Supriyono.
Ia juga menyinggung kabar bergabungnya Marselino Ferdinand, yang bisa membuat dinamika skuad makin menarik.
Banyak PR Menjelang Keberangkatan
Meski menilai komposisi pemain saat ini cukup solid, Supriyono menegaskan bahwa masih ada beberapa aspek yang harus ditingkatkan oleh Indra Sjafri.
Tim ini sudah bagus. Tapi tetap ada beberapa hal yang harus diperbaiki sebelum berangkat ke Thailand,”
jelasnya.
Pada SEA Games 2025 nanti, Indonesia berada di Grup C bersama Singapura, Myanmar, dan Filipina. Hokky Caraka dan rekan-rekannya wajib tampil konsisten agar bisa melaju jauh di turnamen dua tahunan tersebut.
