Ultras Garuda Geruduk Kantor PSSI, Pengamat: Sah-Sah Saja!

Foto: Dok. OWRITE/Hadi Febriansyah

Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PSSI, GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/11/2025) lalu.

Aksi ini digelar sebagai respons atas berbagai kekecewaan yang mereka rasakan terhadap kondisi terkini Timnas Indonesia.

Pengamat Sepak Bola Indonesia dan Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali mengatakan aksi yang dilakukan oleh Ultras Garuda sah-sah saja. Apalagi para suporter ini sudah bermimpi tinggi bahwa Timnas Indonesia bisa lolos di Piala Dunia.

Ya, sah-sah saja. Karena ini kan kegalauan supporter Tim Basional Indonesia yang sudah dibawa mimpi terlalu tinggi. Sehingga kemudian ketika mimpinya terlalu tinggi, bangun, sadar ternyata kita tidak lolos ke Piala Dunia seperti mimpi kita, akhirnya gaduh dan melampiaskan segala amarah dan kekecewaannya dengan geruduk dan PSSI,”

Akmal saat ditemui di Kantor owrite.id baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Akmal menegaskan bahwa Indonesia belum layak masuk Piala Dunia.

Satu hal yang paling menarik adalah bahwa kalau saya melihat sebenarnya Indonesia itu belum levelnya main di piala dunia,”

Akmal.

Hal senada juga disampaikan Pengamat Sepak Bola Kesit Budi Handoyo, bahwa demo tersebut sebagai bentuk kekecewaan suporter Timnas Indonesia. Merekamelampiaskan amarahnya dengan menggeruduk kantor PSSI.

Bahkan sampai meminta Erick Thohir out. Boleh-boleh aja sebagai warga negara, sebagai pencinta sepak bola,”

Kesit.

Namun menurut Kesit, Indonesia masih terlalu dini bila masuk Piala Dunia. Program di PSSI, target-target yang akan dicapai oleh PSSI bukan hanya cuma sekedar masuk Piala Dunia.

Kalau kita melihat pesepak bola secara utuh, di situ ada pembinaan, ada kompetisi,”

Kesit.

Lebih lanjut Kesit meyakini bahwa perjalanan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Meskipun pada akhirnya Indonesia belum berhasil lokos ke Piala Dunia 2026.

Tapi menurut saya itu lebih karena terlalu dini PSSI mentukan target,”

Kesit.
Share This Article
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Exit mobile version