Nanik S. Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. (Sumber: IG @nanik_deyang)
Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dengan Nanik S Deyang memantik kritik tajam dari politikus PDI Perjuangan, Mohammad Guntur Romli.
Pergantian tersebut dinilai bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan memperlihatkan pola lama penempatan pejabat berdasarkan kedekatan politik, bukan kompetensi.
Guntur Romli menilai, pergantian pimpinan lembaga yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), justru memperkuat keraguan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menerapkan sistem meritokrasi.
Pergantian kepala BGN dari Dadan Hindayana ke Nani kembali memperlihatkan pola lama. Jabatan strategis lebih banyak diisi berdasarkan kedekatan politik ketimbang keahlian dan pengalaman,”
kata Guntur yang dikutip dari video pendeknya di media sosial X, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia bahkan melontarkan sindiran keras terhadap pergantian tersebut. Menurutnya, perubahan kepemimpinan di BGN bukanlah peralihan dari satu ahli gizi ke ahli gizi lainnya, melainkan pergantian yang sama-sama jauh dari bidang yang menjadi tugas utama lembaga tersebut.
Pergantian dari Dadan ke Nani sebenarnya pergantian ahli serangga ke tukang kata-kata,”
sindirnya.
Anak buah Mewati Soekarnoputri itu mengingatkan, bahwa sejak awal Dadan Hindayana telah menuai pertanyaan karena latar belakang akademiknya berasal dari bidang entomologi atau ilmu serangga, bukan ilmu gizi manusia.
Karena itu, menurutnya, pergantian tersebut seharusnya menjadi momentum menghadirkan figur yang benar-benar memiliki pengalaman dalam bidang pangan dan gizi.
Ibaratnya program MBG akan masuk dua kali ke dalam jurang jenis yang sama. Pengelolaan bukan karena kompetensi, matinya meritokrasi. Dadan Akademisi IPB yang pakar entomologi atau ilmu serangga memang tak memiliki latar belakang gizi manusia,”
jelasnya.
Menurut Guntur Romli, keraguan yang semula melekat pada Dadan kini justru berpotensi terulang pada penggantinya.
Sejak awal diragukan mengelola program gizi. Kini ia digantikan Nani wartawan senior yang pernah mengelola media mungkin termasuk rubrik kuliner. Namun juga tak memiliki pengalaman dalam mengelola program gizi dan tata kelola pangan skala nasional,”
ucapnya.
Ia juga menyoroti sejumlah posisi yang pernah ditempati Nanik sebelum dipercaya memimpin BGN. Dalam pandangannya, rangkaian jabatan tersebut memperkuat kesan adanya faktor kedekatan politik dibanding pertimbangan profesional.
Jabatannya sebelum ini seperti hadiah dan bagi-bagi jatah. Komisaris independen Pertamina, Wakil Ketua Pengentasan Kemiskinan, dan Wakil Ketua BGN bidang komunikasi publik,”
ungkapnya.
Lebih jauh, ia menilai alasan utama di balik penunjukan Nanik bukanlah kompetensi teknis yang relevan dengan program gizi nasional, melainkan kedekatannya dengan Presiden Prabowo yang telah terjalin sejak lama.
Alasan penunjukan Nani bukan berdasarkan meritokrasi tapi karena orang lama di lingkaran Prabowo. Ia sudah aktif sebagai tim sukses sejak Pilpres 2019,”
tegasnya.
Guntur kemudian melontarkan pertanyaan yang menurutnya perlu dijawab pemerintah di tengah besarnya anggaran dan ambisi Program Makan Bergizi Gratis.
Apakah program ini masih soal membangun fondasi gizi generasi bangsa atau sekedar pergantian pemain untuk jatah orang terdekat?”
ujarnya.
Ia menutup kritiknya dengan satire yang menyasar langsung arah kebijakan pemerintah dalam mengelola program unggulan tersebut.
Pengelolaan gizi dari ahli serangga ke tukang kata-kata hanya akan menjadikan program MBG masuk dua kali ke jurang yang sama,”
pungkas Guntur.
Pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyebut, Presiden Prabowo Subianto menggunakan uang pribadi dalam…
PT Owrite Media Digital resmi meluncurkan rangkaian program roadshow edukatif bertajuk "Owrite Goes To Campus".…
Ganda putri Indonesia, Siti Fadia Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi, berhasil lolos ke babak 16 besar Indonesia…
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan indikasi kuat bahwa Eliano Reijnders akan menjadi bagian dari…
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad berharap pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk…
Perjuangan sejumlah wakil Indonesia di Indonesia Open 2026 harus berakhir lebih cepat. Ganda putri Lanny…