Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Bina Marga siap gelontorkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan sebanyak 98 tiang monorel yang mangkrang ini, akan dibongkar pada pekan ketiga Januari 2026.
Tujuan dari pembongkaran ini untuk penataan jalan di kawasan di Jalan Rasuna Said.
Total anggarannya Rp 100 miliar,”
ujar Haru dalam keterangannya.
Lebih lanjut Heru menjelaskan anggaran Rp 100 miliar tersebut tidak hanya digunakan pembongkaran tiang monorel, tetapi juga menata ulang jalan dan trotoar di sepanjang koridor Rasuna Said.
Kami akan fokus untuk menata kawasan Jalan Rasuna Said terlebih dulu,”
tambahnya.
Heru juga menyebutkan pihaknya akan merapikan Jalan Rasuna Said sisi Timur yakni meliputi jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar. Nantinya, area tersebut akan dibuat sama seperti Rasuna Said sisi Barat yang sudah lebih dulu rapi.
Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya, akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat-nya,”
ungkapnya.
Setelah jalan tiang monorel tersebut dihilangkan, nantinya kedua jalur tersebut akan menyatu. Dengan begitu, nantinya jalur tersebut hanya ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler.
Jadi kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya,”
ucap Heru.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pembongkaran ini diharapkan dapat memperlebar ruang jalan dan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Rasuna Said.
Alhamdulillah, Januari ini saya bongkar. Dan saya yakin Rasuna Said menjadi jalan yang mempunyai luas yang akan lebih lebar dan kami sudah menghitung, mudah-mudahan bisa mengurangi kemacetan yang siginifikan di Rasuna Said,”
tutup Pramono.

