Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 25 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Kardinal Suharyo: Bangsa Ini Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa
Nasional

Kardinal Suharyo: Bangsa Ini Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa

hadi-febriansyah-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 17, 2026 8:44 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo memberikan pesan saat Suka Cita Natal di Meja Makan (Santa) di Gereja Katedral
Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo memberikan pesan saat Suka Cita Natal di Meja Makan (Santa) di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (27/12/2025). Gereja Katedral Jakarta menggelar makan siang bersama yang diikuti 164 orang untuk merayakan suka cita Natal 2025 serta menjadi penutup tahun Ardas (Arah Dasar Pastoral). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz)
SHARE

Anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB) sekaligus Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin sejati, bukan sekadar penguasa.

Daftar isi Konten
  • Penguasa Lebih Fokus pada Kepentingan Pribadi
  • Kearifan Jawa tentang Pemimpin Ideal

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Nurani Bangsa di Gedung Pemuda, kompleks Gereja Katedral Jakarta, belum lama ini, sebagai refleksi dan seruan moral di awal tahun 2026.

Saya berharap dengan hadirnya Gerakan Nurani Bangsa di Gedung Pemuda ini, para pemimpin kita sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin, bukan penguasa,”

kata Kardinal Suharyo.

Dalam penyampaiannya, Kardinal Suharyo secara jelas membedakan arti “pemimpin” dan “penguasa”. Menurutnya, pemimpin adalah figur yang hadir dengan keteladanan serta kesediaan untuk berkorban demi kepentingan orang banyak.

Saya sengaja menggunakan kata ‘Pemimpin’, bukan ‘Penguasa’. Pemimpin itu memimpin, memberi teladan. Dia akan mengorbankan segala sesuatu untuk yang dipimpinnya. Itulah yang saya sebut sebagai moralitas tinggi, integritas yang sangat unggul,”

jelasnya.

Penguasa Lebih Fokus pada Kepentingan Pribadi

Sebaliknya, Kardinal Suharyo menilai sosok penguasa cenderung kehilangan orientasi pada kepentingan bersama. Fokus kekuasaan, menurut dia, sering kali bergeser pada kepentingan kelompok, pribadi, atau keluarga.

Karena penguasa itu akhirnya tidak akan memikirkan kepentingan bersama. Yang dipikirkan adalah kelompoknya, pribadinya, keluarganya, atau apapun yang bukan kebaikan bersama,”

ujarnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa upaya mempertahankan kekuasaan kerap ditempuh dengan cara-cara yang tidak bermoral, seperti penggunaan kekerasan dan teror, meskipun sering dibalut dengan berbagai alasan pembenaran.

Kearifan Jawa tentang Pemimpin Ideal

Untuk menggambarkan sosok pemimpin yang ideal, Kardinal Suharyo mengutip kearifan lokal Jawa, yakni konsep ajrih asih. Istilah ini menggambarkan hubungan antara pemimpin dan rakyat yang dilandasi rasa hormat, cinta, dan keteladanan moral.

Ajrih itu takut, Asih itu hormat, mencintai. Bukan ketakutan seekor tikus yang dikejar kucing, bukan. Tetapi karena hormat, dia takut. Takut bukan takut salah, tetapi takut kalau tidak mengikuti moralitas tinggi dari pemimpinnya,”

ujar Suharyo.

Menurutnya, hubungan rakyat dengan pemimpin berbeda secara mendasar dibandingkan relasi rakyat dengan penguasa. Pada relasi dengan penguasa, rasa hormat dapat menghilang dan digantikan oleh ketakutan semata.

Melalui kehadiran Gerakan Nurani Bangsa, ia berharap para elite bangsa mampu menjalankan perannya secara sungguh-sungguh sebagai pemimpin yang berintegritas dan bermoral, bukan hanya sebagai pemegang kekuasaan.

Tag:Gerakan Nurani BangsaKardinal Ignatius SuharyoUskup Agung Jakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
2
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
3
Prabowo Ungkap Ciri Koruptor: Biasanya Orang Pintar Tahu Cara Mencuri
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
4
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
5

BERITA LAINNYA

Orang tua siswa berdiri di depan layar informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Fenomena Aneh Terungkap, Ribuan Kursi PTN Terancam Kosong karena Peserta Menghilang

Tingginya jumlah peserta yang lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) tetapi tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal
Nasional

Nasib 4 PMI di Somalia Belum Jelas, DPR Desak Kemlu Tunjuk Negosiator Khusus

Nasib empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang disandera di Somalia selama dua…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
6 jam lalu
Wakil Rektor UI Prof Hamdi Muluk.
Nasional

Kesenjangan Masuk Kampus Jadi Alarm, DPR Bongkar Masalah Akses Pendidikan Tinggi

Kesenjangan akses pendidikan tinggi di Tanah Air jadi sorotan DPR RI dan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna menjelaskan pertemuan tertutup Menkeu Purbaya dengan JA ST Burhanuddin.
Nasional

100 SPPG Diduga Bodong, Lokasinya Ada di Hutan hingga Tengah Kuburan, Mau Kasih Makan Hantu?

Sebanyak 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga fiktif tersebar di kawasan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up